Minggu , 21 Oktober 2018
Beranda » Sastra » Puisi Kebangsaan » Puisi Adri Darmadji Woko
Adri Darmadji Woko (ft. Ist)

Puisi Adri Darmadji Woko

JALAN SETAPAK

Berapa puluh tahun sawah dan pekarangan menghidupi keluarga
simbah dan cucu menikmati hasil bumi
mengukur jarak dari dukuh ke pasar kecamatan
memanggul beras dan palawija
memberi bekal rupiah untuk anak-anak pergi merantau
jadilah transmigran atau mengubah nasib di mancanegara

Sawah tinggal sedikit memberi hasil
bakal berubah menjadi lahan non-pertanian
siapa boleh menyiangi, menugal, menandur, menuai
siapa menghalangi didirikan pabrik atau apartemen
membuat takjub sebagai pusat industri
sementara engkau hanya melihat dari kejauhan

Melewati jalan setapak pematang
begitulah membuat hati memilukan
sebentar lagi sawah-sawah menghilang

Entah kapan saya akan kembali di sini pulang
sampai waktu berganti dan pergi meninggalkan
desau angin di padi bunting memerah menguning

 

SEBUAH RUMAH DI JEPARA

Barangkali aku akan merindukan lagi
sebuah rumah yang sunyi, jalan sepi setapak
di sebuah desa di Jepara

Barangkali aku akan merindukan lagi
desa yang diam, namun menyimpan dendam
kehidupan sederhana berada di dalamnya

Aku akan merindukan lagi
warga yang saling bertegur sapa
di sebuah desa di Jepara

Sinar matahari menerangi desa
jalanan basah sehabis hujan
warga desa bertukar kabar
di sebuah rumah di Jepara
di halaman rumah-rumah Jepara
di desa-desa Jepara

 

DI NEGERI YANG INDAH

Di negeri yang indah
rakyat hidup alakadarnya:
bertani, karena memang harus bertani
mencari ikan, karena memang nelayan
pegawai, karena memang digaji
sementara mobil-mobil mengepulkan asapnya
pabrik-pabrik mengepulkan asapnya
bangunan-bangunan diadakan
konferensi-konferensi diadakan
perjanjian-perjanjian ditandatangani

Di negeri yang indah
rakyat boleh hidup alakadarnya

 

Catatan:

KALI ini di rubrik Puisi-puisi Kebangsaan hadir puisi-puisi dari penyair Adri Darmadji Woko. Tiga puisinya ini terhimpun di dalam buku kumpulan puisinya “Sanghyang Jaran“, yang diterbitkan Kosa Kata Kita, Jakarta, tahun 2017.

Simak juga:  Pentas Baca dan Lagu Puisi Tarian Hujan Di Solo

Adri Darmadji Woko lahir di Yogyakarta, 28 Juni 1951. Belajar hukum di Fakultas Hukum Universitas Jakarta dan alumnus Fakultas Komunikasi Sekolah Tinggi Publisistik/IISIP Jakarta. Sangat aktif dalam kegiatan sastra dan teater, menulis puisi, cerpen dan karya-karya kreatif lainnya. Karya-karya puisinya terhimpun di dalam banyak buku antologi puisi sendiri maupun bersama.
Menekuni dunia pers sebagai redaksi (Sonata, Puteri Indonesia, Halo, Nona, Pertiwi, Mistik), Pemimpin Redaksi (Cantik, KenCan). Dan, ia juga kini ikut berkumpul bersama di Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS) Yogyakarta.

Bila Anda ingin berpartisipasi, silakan kirim karya puisi-puisi “Kebangsaan” tersebut ke sutirmaneka@gmail.com. Kami tunggu. Tabik. Oh ya, Selamat Tahun Baru 2018. (Sutirman Eka Ardhana)

Lihat Juga

Foto dan Puisi: Dua Karya Seni Dalam Satu Antologi Puisi

Antologi puisi yang diberi judul ‘Kepundan Kasih’, bukan hanya berisi puisi, tetapi juga berisi karya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.