Minggu , 16 Desember 2018
Beranda » Humaniora » Pahlawan Harus Berjiwa Ikhlas dan Menghormati Leluhur

Pahlawan Harus Berjiwa Ikhlas dan Menghormati Leluhur

JIWA pahlawan selain harus bersifat saling menolong  sesama  tanpa pamrih, berprestasi juga harus berjiwa ikhlas dalam melaksanakan  tugas dan tanggung jawab. Kalau  para  pahlawan  jaman  dulu  harus membawa senjata melawan penjajah  tanpa pamrih demi kemerdekaan.

HJ. Sutikno, Kepala Museum Monuman Yogya Kembali

Lain dengan pahawam jaman sekarang tidak harus menenteng bedil dan melawan penjajah. Dengan berjiwa  satria dan  menghormati  para leluhur serta  berprestasi dalam melaksanakan tugas  tanggung jawab keluarga dan negara dengan ikhlas sudah bisa dikatakan sebagai pahlawan. Ungkapan itu disampaikan Ketua Pengelola Monumen Jogja Kembali (Monjali) dalam acara apel Bendera Hari Pahlawan 10 Nopember 2018 di halaman Monjali.

Menurut orang nomor satu di Monjali ini, dengan sifat dan perilaku  ikhlas, jujur dan  menghormati para leluhur serta berprestasi dibidangnya, khususnya para pahlawan generasi muda sudah bisa dikatakan  pejuang sejati. Dengan demikian  generasi penerus bisa  dikatakan seorang pahlawan  yang ikut mengharumkan nama baik keluarga maupun negara.

Kakek lima cucu dari tiga anak ini berharap,  untuk  melestarikan dan mengembangkan  peninggalan-peninggalan  para leluhur, khususnya para pejuang  dalam merebut kemerdekaan sangat pas dan tepat untuk selalu  mengunjungi Monumen Jogja Kembali.   Monumen berwujud kerucut dan berlantai tiga ini menyimpan ribuan koleksi  patung, relief dan barang-barang kuno peninggalan para pahlawan yang disimpan dan ditata rapih di ruangan lantai satu dan lantai dua.

Simak juga:  Diskusi Kebangsaan X: Indonesia Bakal Mewarnai Peradaban Dunia

Menurut lelaki kelahiran Kebumen 5 Desember 1938 ini, generasi muda sekarang banyak yang sudah melalukan dan meninggalkan budaya dan  adat jawa. Banyak juga yang  tidak mau menghormati orangtua,   bahkan banyak juga generasi muda yang tidak mau mengenal perjuangan para leluhur. Malah kecenderungan menganut adat  istiadat budaya asing, dan  lebih memeprihatinkan  lagi jarang  berkunjung ke leluhur dan  kunjungan ke tempat-tempat bersejarah, seperti museum  dan pusara para leluhur.

Untuk itu,  menurut lelaki yang  pernah masuk ke  barisan AL dan AD  ini berharap,  para generasi muda, baik para pelajar dan mahasiswa maupun karang taruna selalu menyempatkan untuk berkunjung ke  tempat-tempat bersejarah, utama dan salah satunya museum  Monjali. *** (Nadi Mulyadi)

Lihat Juga

Museum Seniman “Giri Sapto” Segera Terwujud

MUNGKIN belum banyak yang mengetahui, jika di area Taman Makam Seniman “Giri Sapto” akan  didirikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *