Beranda » Sastra » Noorca Massardi Di Sastra Bulan Purnama
ki-ka: Noorca M Massardi, Jodhi Yudono, Rayni N. Massardi (ft. Ist)

Noorca Massardi Di Sastra Bulan Purnama

Noorca M. Massardi bersama dua temannya Jodhi Judono dan Rayni N. Massardi akan tampil di Sastra Bulan Purnama edisi 77, Jumat, 2 Februari 2018, pkl. 19.30 di Tembi Rumah Budaya, jl. Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Ketiganya akann meluncurkan buku ‘Hai Aku’ karya Noorca Massardi, ‘Paijo dan Paijah’ karya Jodhi Yudono dan ‘Daun Itu Mati’ karya Rayni N. Massardi.

Tajuk dari Sastra Bulan Purnama edisi 77 ini ‘Tiga Buku Tiga Penulis’. Karena memang khusus meluncurukan tiga buku dalam judul berbeda dan ditulis oleh tiga penulis yang berlainan, sehingga masing-masing penulis akan menampilkan karya masing-masing.

Selain ketiga penulis, akan tampil pembaca yang lain, ialah Ida Nurmawati, dr. Eilman Bheny Fraba, Risman Marah, Sukma Putra Permana dan Fauzan Muarifin. Tidak ketinggalan Ada Tanesia feat Tole ‘Kepal akan mengolah satu puisi karya Noorca Massardi. Sedang Yantoro, yang lebih dikenal dengan nama Yangjangkrik akan membacakan satu cerpen karya Jodhi Yudono yang terkumpul dalam buku ‘Paijo dan Paijah’.

“Rencananya saya akan memainkan salah satu cerpen karya Jodhi dalam bentuk monolog, namun mesti harus mengubah cerpennya menjadi satu naskah monolog. Untuk menjaga kekuatan cerpennya saya akan membacanya saja,” ujar Yanjangkrik.

Yantoro atau Yanjangkrik memang sudah lama aktif di Teater Stemka, dan belakangan ini dia telah memainkan beberapa naskah monolog. Belum lama ini, dia memainkan naskah monolog karya Whanny Darmawan

Noorca menyampaikan, selain nama-nama yang sudah disebutkan, akan tampil Nunung Deni Puspitasari dari Teater Amarta, Justitias-Cello-Christyan AS-Oes Suketgaris-Yoppi Smong.

Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama menjelaskan, ketiga penulis yang akan tampil ini sudah cukup dikenal di dunia sastra dan mereka sudah lama bergulat dalam dunia penulisan, lebih-lebih Noorca N. Massardi, sudah sejak tahun 1970-an dikenal sebagai seorang penulis naskah drama sekaligus jurnalis.

“Beberapa naskah drama yang pernah ditulisnya di antaranya ‘Bhagawad Gita’, ‘Kertanegara’, ‘Kuda-Kuda’, ‘Perjalanan Kehilangan’, ‘Terbit Bulan Tenggelam Bulan’, ‘Growong’ dan sejumah judul lainnya. Noorca juga menulis skenario film” ujar Ons Untoro.

Sedang Rayni N. Massardi, istri dari Noorca N. Massardi dikenal sebagai seorang cerpenis dan sejumlah cerpennya masuk dalam cerpen pilihan Kompas dari tahun yang berbeda-beda dan buku cerpennya diterbitkan oleh sejumlah penerbit yang berbeda-beda. Buku cerpen berjudul ‘Daun Itu Mati’ diterbitkan penerbit Kakilangit Kencana

Jodhi Yudono sejak tahun 1980-an sudak aktif menulis disejumlah media. Tulisannya berupa cerpen, cetita bersambung, puisi dan karya jurnalistik. Ia, hingga kini dikenal sebagai juranlis dan aktif di kompas.com.

Ketiga buku yang diluncurkan ini, masing-masing berjudul ‘Hai Aku’, ‘Paijo dan Paijah”, ‘Daun Itu Mati’ diterbitkan oleh penerbit Kakilangit Kencana.

“Sudah memasuki tahun ke 7, Sastra Bulan Purnama selalu memberi ruang untuk meluncurkan buku karya Sastra, dan jika selama ini dominasi buku puisi sangat kuat, ini kali buku puisi dan kumpulan cerpen ditampilkan secara bersama,” ujar Ons Untoro (*)

Lihat Juga

Jadwal Dimajukan, Festival Budaya Isen Mulang 2018 Dijamin Tetap Meriah

Jadwal Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) dimajukan. Awalnya, even ini akan dihelat 19-24 Mei. Namun, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *