Beranda » Humaniora » Diskusi Kebangsaan XVI: Mulailah dengan Satu Pohon
Oka Kusumayudha, Pangarsa Abdi Dalem Paguyuban Wartawan Sepuh (ft. Ist)

Diskusi Kebangsaan XVI: Mulailah dengan Satu Pohon

Salah satu penyebab terjadinya ban-jir bandang yang merendam rumah-rumah penduduk dan merendam ratusan hektar sawah pertanian, adalah akibat semakin berkurangnya lahan tangkapan air hujan. Selain semakin dangkalnya sungai sehingga tidak mampu menampung curah hujan kemudian meluber keluar sungai. Kenapa air hujan tiba-tiba mengalir deras ke tempat yang lebih rendah? Seolah-olah tidak mampu membendungnya? Persoalannya tidak lain adalah akibat gundulnya perbukitan karena pohon-pohon habis ditebang. Pepohonan atau hutan yang berfungsi menahan air hujan banyak yang beralih fungsi. Akibatnya air hujanpun dengan leluasa mengalir tanpa hambatan yang kemudian me-nimbulkan banjir. Bertahun-tahun tragedi semacam ini terjadi. Berulang-ulang banjir menyengsarakan rakyat. Tapi upaya mencegahnya dengan cara mengatasi penyebabnya masih belum serius dilaksanakan. Ternyata pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab kesannya belum serius belajar dari pengalaman yang berulang kali terjadi sepanjang tahun.

Air merupakan salah satu sumber daya alam disamping hutan, bahan tambang meliputi batu bara, emas, timah, minyak, gas alam bahkan menurut sumber yang bisa dipercaya ada uranium di Freeport belum se-penuhnya tertangani dengan baik. Keberlimpahan berkah yang diberikan Tuhan untuk bumi nusantara Indone-sia belum maksimal memberikan kesejahteraan pada penduduknya.

Berkaitan dengan persoalan di atas maka Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS) Yogya bekerjasama dengan Green Network Indonesia Berbangsa (GNI Berbangsa) menyelenggarakan diskusi dengan tema :”Green Ekonomi untuk Kesejahteraan Bangsa”. Bagi PWS diskusi ini merupakan diskusi bulanan yang ke-XVI. Tampil sebagai nara sumber: Prof DR Sri Adiningsih MSc, karena berhalangan hadir digantikan oleh Prof. Dr. Cahyono Agus (Guru Besar Fak Kehutanan UGM), Dr. Transtoto Handadari MSc mantan Dirut Perhutani dan Drs. HM Idham Samawi anggota DPR/MPR RI.

Mulailah Menanam Satu Pohon

Bagaimana seharusnya kita mem-berlakukan alam supaya memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi semua penghuni bumi ini? Demikian pula di bumi nusantara Indonesia, bagaimana kita memberlakukan sumber daya alam yang kita miliki? Sudahkah dikelola dengan baik bagi kesejahteraan masyarakat? Persoalan seperti inilah yang didiskusikan dalam forum diskusi kebangsaan PWS ke- XVI di Café Cangkir Bintaran Tengah Yogyakarta.

Khusus dalam hal mengatasi banjir yang terjadi setiap tahun di musim hujan, dapat dimulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya, jangan lagi membuang sampah di sungai yang berpotensi menghambat aliran air dan dapat menyumbat saluran air yang ada. Dan yang tak kalah penting meski kesannya kecil adalah mulailah menanam pohon walau satu pohon secara berkelanjutan pada lahan yang kosong, di perbukitan yang gundul dll.

Pesan pentingnya adalah pelihara-lah alam sebagai sumber kehidupan ini secara bijak dan sebaik-baiknya. Sumber daya alam bukanlah milik kita. Tapi milik anak cucu kita di masa depan. Jagalah planet bumi sebagai planet satu-satunya yang dihuni manusia jangan sampai rusak akibat ulah manusia itu sendiri.***

Oka Kusumayudha

Lihat Juga

Diskusi Kebangsaan XVI: Mendiskusikan Ekonomi Hijau

Mendiskusikan ekonomi hijau, sama pentingnya dengan mendisku-sikan persoalan krusial lainnya. Bahkan sudah saatnya digelar wacana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *