Beranda » Humaniora » Misteri Sumur Tiban di Makam Ronggowarsito Peziarahnya dari Pengangguran Sampai Caleg
Makam Ronggowarsito di Klaten (ft. wikipedia)

Misteri Sumur Tiban di Makam Ronggowarsito Peziarahnya dari Pengangguran Sampai Caleg

KOMPLEK makam pujangga Jawa kenamaan, Raden Ngabehi Ronggowarsito, yang berada di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, memang sarat dengan nuansa misteri. Kawasan komplek pemakaman yang terletak di areal tanah seluas 1000 meter persegi tersebut memang penuh dengan aura mistis. Pesona dan aura mistis yang ada di situ telah menyebabkan komplek makam pujangga penulis “Serat Kalatidha” yang terkenal itu sering didatangi para peziarah.

Para peziarah biasanya berziarah di depan makan Raden Ngabehi Ronggowarsito, serta makam kedua isterinya. Disamping itu, tidak sedikit pula peziarah yang melanjutkan ritual ziarahnya ke Sumur Tiban. Kenapa Sumur Tiban selalu pula diziarahi para peziarah? Jawabannya, sumur tersebut selama ini diyakini sebagai salah satu yang memiliki ‘kekuatan’ mistis atau gaib.

Bahkan, sampai kini banyak yang meyakini bahwa sesuai dengan namanya, sumur itu memang benar-benar sumur yang keberadaannya bukan dikarenakan sengaja dibuat atau dibangun oleh manusia. Keberadaan sumur itu dipercaya muncul secara tiba-tiba. Dengan kata lain, sumur itu telah dibangun di komplek makam Ronggowarsito tersebut oleh kekuatan gaib tertentu. Menariknya lagi, dinding tembikar yang ada di sumur tiban tersebut dipercaya pula memang sudah ada sejak awal mula keberadaannya. Jadi, ketika sumur itu dibuat oleh kekuatan gaib, dindingnya sudah terbuat bdari tembikar.

Tidak ada informasi yang jelas tentang asal mula keberadaan sumur tiban di komplek Makam Ronggowarsito itu. Masih belum jelas, apakah sumur tiban sudah ada di lokasi makam jauh-jauh hari sebelum komplek Makam Ronggowarsito dibangun, atau setelah komplek makam tersebut dibangun.  Namun yang pasti, sejak dulu hingga kini air sumur tiban itu diyakini oleh sejumlah masyarakat, terutama mereka yang suka berziarah, memiliki tuah dan kekuatan gaib yang dapat menolong manusia untuk keluar dari belitan problem kehidupan.

          Dijaga Nyai Sekar

Sebagian masyarakat Desa Palar percaya, penjaga atau yang bahurekso sumur tiban di Makam Ronggowarsito tersebut adalah Nyai Sekar Gadung Melati. Konon, Nyai Sekar Gadung Melati merupakan tokoh yang sakti dan mumpuni. Karena kesaktian Nyai Sekar Gadung Melati itulah yang menyebabkan air sumur tiban menjadi bertuah, mujarab dan mempunyai kekuatan tertentu.
Peziarah yang ingin ‘mengalap tuah’ sumur tiban  harus melakukan ritual yang dilakukan pada malam hari. Ritual pada malam hari diyakini lebih besar manfaatnya dibanding ritual siang hari. Ritual yang dipandu juru kunci itu dilakukan sejak menjelang tengah malam, yang diawali dengan pembacaan doa. Ketika waktu tengah malam tiba, juru kunci akan membawa peziarah ke tepi sumur tiban.

Dalam ritual, peziarah melemparkan uang logam ke dalam sumur. Setelah melempar uang logam, peziarah diminta untuk melihat atau memandang tajam-tajam ke dalam (dasar) sumur. Konon, terkabul atau tidaknya keinginan serta niat peziarah akan terlihat dari bayangan gambaran yang ada dipermukaan air sumur tiban tersebut. Misalnya, bila seorang pengusaha datang ke sumur tiban itu minta agar usahanya semakin maju, maka di permukaan air sumur akan terlihat gambaran keberhasilan atau tidaknya perusahaan yang dikelolanya.
Peziarah yang datang ke sumur tiban di komplek Makam Ronggowarsito berasal dari beragam profesi dan status sosial. Ada yang pelajar, mahasiswa, pengangguran, pedagang, petani, pekerja swasta, PNS, pejabat, sampai calon anggota legislatif (caleg). Kepentingan mereka pun beragam. Ada yang ingin sekolah atau kuliahnya cepat berhasil. Ada yang ingin usaha atau bisnisnya berhasil atau sukses, Ada yang ingin tidak di-PHK di tempat bekerjanya, maupun ingin jabatan atau karier pekerjaannya naik, dan sebagainya.

Dan, bagi para caleg yang berziarah tentu ingin agar tekadnya mencalonkan diri sebagai caleg pada Pemilu 2019 nanti berhasil menjadi kenyataan. Setiap menjelang pelaksanaan Pemilu tidak sedikit para caleg dari berbagai kota yang datang berziarah. Kondisi seperti ini sudah terjadi sejak Pemilu 1999 dan 2004 sampai 2014 lalu. Seberapa besar tingkat keberhasilan para caleg yang berziarah itu, tidak ada yang tahu secara pasti.

Terlepas dari apa pun. Terlepas dari bermanfaat atau tidaknya langkah yang dilakukan sejumlah orang, termasuk para caleg tersebut, tapi di balik semua itu memberikan gambaran jelas bahwa demi jabatan, kekuasaan dan semacamnya, seseorang tidak jarang mau melakukan apa pun. Berziarah ke makam para leluhur, para tokoh, ulama, pahlawan dan lainnya, memang suatu perbuatan yang mulia. Karena setidaknya itu bisa menunjukkan rasa hormat kepada para leluhur, para pendahulu itu. Apalagi menghormati para leluhur, para pahlawan, dan pendahulu bangsa, adalah sesuatu yang dianjurkan.

Tetapi yang memprihatinkan adalah apabila ziarah ke makam-makam leluhur atau para tokoh itu dengan niat mengharapkan ‘kekuatan mistis’ yang diyakini ada di makam tersebut dapat mengabulkan keinginan yang ingin dicapai. Misalnya, keinginan untuk menjadi orang penting, menjadi orang terpandang, menjadi anggota Dewan dan semacamnya.

Benarkah, ‘tuah’ sumur tiban itu bisa menolong manusia keluar dari belitan kesulitannya, dan mencapai apa yag diinginkannya? Wallahualam! Karena sesungguhnya, hanya Tuhan yang mampu memberi atau membebaskan manusia dari deraan kesulitan atau masalah yang dihadapi.  *** (Sutirman Eka Ardhana)

Lihat Juga

Di Bawah Bulan Purnama Mengenang Yang Tiada

Kita mengenal sejumlah sastrawan, yang tinggal di Yogya, atau berasal dari Yogyakarta, tetapi tinggal di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *