Minggu , 21 Oktober 2018
Beranda » Musik » Lagu Bisa Membangkitkan Rasa Kebangsaan
Hj. Ariyani SP (tengah) ketika berbicara pada Pelatihan Seni Suara dan Musik di Kelurahan Tegalpanggung, Danurejan, Yogyakarta, didampingi Joko Sulistyo dan penyanyi keroncong Sri Hartati. (ft. eka)

Lagu Bisa Membangkitkan Rasa Kebangsaan

RASA dan semangat kebangsaan bisa dibangkitkan, ditumbuhkan dan ditanamkan di jiwa setiap anak bangsa melalui lagu atau nyanyian.  Lagu, termasuk musik, memang memiliki kekuatan atau kemampuan mempengaruhi perasaan dan kejiwaan manusia. Lagu bisa membuat hati bersedih, bergembira bahkan bergelora penuh semangat. Lagu bisa menumbuhkan rasa cinta dalam konteks asmara, juga rasa cinta yang universal. Cinta terhadap sesama, cinta kepada nusa dan bangsa atau cinta kepada tanah air.

Pernyataan seperti itu dikemukakan Hj Ariyani SP, pakar musik dan Pengawas SMK di Bantul, Yogyakarta, ketika berbicara di acara Pelatihan Seni Suara dan Musik yang diselenggarakan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dan Paguyuban Seni Kelurahan Tegalpanggung, akhir Desember 2017 lalu. Kegiatan Pelatihan Seni Suara dan Musik itu berlangsung di Kantor Kelurahan Tegalpanggung, Kecamatan Danurejan, Yogyakarta.

Ariyani, mantan pengajar musik dan vokal di Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta dan penyanyi seriosa kenamaan Yogyakarta yang menjadi narasumber bersama Sri Hartati, penyanyi keroncong yang populer di era 70-80 dan 90-an itu memberi contoh dua lagu yang mampu membangkitkan rasa kebangsaan serta rasa cinta kepada tanah air. Dua lagu yang dijadikannya contoh itu, lagu “Tanah Airku” ciptaan Ibu Sud dan lagu “Indonesia Pusaka” ciptaan Ismail Marzuki.

“Irama maupun lirik kedua lagu itu, mampu membangkitkan atau menumbuhkan rasa kebangsaan serta rasa cinta kepada tanah air. Coba simak lirik-liriknya, betapa lirik-lirik itu mampu menyentuh rasa kebangsaan kita,” kata Ariyani seraya kemudian menyanyikan lirik-lirik kedua lagu itu.

Tanah Airku
(Ciptaan: Ibu Sud)

Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku.
Biar pun saya pergi jauh.
Tidak kan hilang dari kalbu.

Tanahku yang kucintai
Engkau kuhargai

Walaupun banyak negeri kujalani
Yang mashur permai di kata orang.
Tetapi kampung dan rumahku.
Di sanalah kurasa senang.

Tanah kutak kulupakan
Engkau kubanggakan

Indonesia Pusaka
(Ciptaan: Ismal Marzuki)

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja-puja bangsa

Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata

 

Posisi Bernyanyi

Di depan para peserta Pelatihan Seni Suara dan Musik itu, Ariyani menjelaskan juga tentang bagaimana posisi bernyanyi yang benar. Menurutnya, setidaknya ada duabelas hal yang harus diperhatikan ketika bernyanyi tersebut. Kedubelas hal itu meliputi:

  1. Mencari posisi berdiri yang paling nyaman dengan berat tubuh bertumpu rata pada kedua kaki;
  2. Sedapat mungkin membentuk garis lurus dari titik tengah kedua tumit hingga kepala;
  3. Jangan mengencangkan otot-otot betis atau bertumpu pada kedua tumit;
  4. Kedua lutut harus terasa longgar dan dapat bergerak dengan bebas;
  5. Perut bagian bawah (di bawah pinggang hingga pinggul) harus sedikit ditarik ke dalam tanpa dipaksakan. Bilamana perut bagian bawah bergerak terlalu ke depan maka menyebabkan badan menjadi melengkung;
  6. Perut bagian atas (pinggang hingga tulang rusuk) sangat penting untuk pernafasan, karena itu perut bagian atas harus terasa bergerak bebas. Perut bagian atas yang terlalu ditarik ke dalam atau didorong keluar secara berlebihan dapat menyebabkan ketegangan. Ketegangan ini pada akhirnya akan mengganggu proses pernafasan yang kita lakukan;
  7. Posisi punggung haruslah lurus sehingga tulang belakang akan terangkat;
  8. Dada harus dalam posisi tegap tanpa dipaksakan dengan catatan bahwa dada tidak boleh bergerak naik dan turun pada waktu kita mengambil dan mengeluarkan nafas;
  9. Bahu harus ditarik sedikit ke belakang, dan selama bernafas atau bernyanyi bahu tidak boleh bergerak. Posisi bahu yang tidak bergerak akan membantu banyak dalam mempertahankan sikap dada yang lapang serta tulang belakang yang terangkat;
  10. Kedua lengan harus dapat bergerak dengan bebas dan tidak terasa kaku;
  11. Hindari gerakan-gerakan yang mencerminkan rasa gugup seperti menggosok-gosokan ibu jari, mengepalkan tangan, meraba-raba pakaian, mengusap-usap rambut dan sebagainya;
  12. Hindari kebiasaan mengangkat dagu saat membidik nada tinggi.

 

Berkumpul dan Bernyanyi

Menurut Ketua Paguyuban Seni Kelurahan Tegalpanggung, Joko Sulistyo, Pelatihan Seni Suara dan Musik itu merupakan langkah memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih lagi kepada masyarakat pecinta seni suara dan musik yang ada di Kelurahan Tegalpanggung, tentang bagaimana cara bernyanyi dan bermusik yang benar.

“Para pecinta seni suara dan musik di kelurahan ini lumayan banyak. Dan, pada Jumat malam terakhir setiap bulannya mereka berkumpul atau bertemu di Kantor Kelurahan. Bertemu untuk bernyanyi dan bergembira bersama, dengan diiringi musik organ. Bernyanyi bersama sudah menjadi agenda rutin setiap bulannya. Sebagian besar peminatnya adalah mereka yang menyukai lagu-lagu nostalgia. Nah, supaya kemampuan menyanyinya bertambah, maka pelatihan seni suara dan musik itu kami selenggarakan,” ujar Joko Sulistyo yang dibenarkan Ketua LPMK Tegalpanggung, Yanuar Ariyanto. *** (Sutirman Eka Ardhana)

Lihat Juga

Foto dan Puisi: Dua Karya Seni Dalam Satu Antologi Puisi

Antologi puisi yang diberi judul ‘Kepundan Kasih’, bukan hanya berisi puisi, tetapi juga berisi karya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.