Minggu , 21 Oktober 2018
Beranda » Sastra » Kepada Hujan di Sastra Bulan Purnama
Sastra Bulan Purnama #80 - Novi Indrastuti - Cover Buku Kepada Hujan di Bulan Purnama

Kepada Hujan di Sastra Bulan Purnama

Antologi puisi yang diberi judul ‘Kepada Hujan Di Bulan Purnama’ akan diluncurkan di Sastra Bulan Purnama edisi 80, Jumat, 4 Mei 2018 pukul 19.30 di Tembi Rumah Budaya, jl. Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Buku puisi ini menghimpun 31 penyair dari berbagai daerah di Indonesia. Tajuk dari Sastra Bulan Purnama edisi 80 ini “Satoe Boekoe 31 Penyair”.

Salah seorang penyair dari Yogyakarta, sekaligus aktor handal, Landung Simatupang, puisinya masuk dalam antologi ini. Penyair lainnya dari Yogya, Krishna Miharja, Purwadmadi, Wadie Maharief, Novi Indrastuti, Mustofa W.Hasyim, Arief Junianto. Daruz Armedian. .Lainnya penyair dari luar Yogya, Aming Aminoedhin (Surabaya), Ayid Suyitno (Jakarta), Bontot Sukandar (Tegal), Budhi Setyawan (Bekasi), Daladi Ahmad (Magelang),  Dharmadi (Tegal), Dimas Indiana Senja (Banyimas), Edy Pranata (Cilacap), Emy Suy (Jakarta), Heru Mugiarso (Semarang), Khanafi, (Lukas Jono (Salatiga), Matroni Muserang (Madura), Nella Widodo (Temanggung), Rismuji Raharjo (Bekasi), Sudarmono (Bekasi), Sus.S.Harjono (Sragen), Suyitno Ethex (Mojokerto), Ummi Azzura Wijana (Magelang), Yanti.S.Sastro (Semarang) dan Yuliani Kumudaswari (Sidoarjo)

Puisi-puisi ini sebelum diterbitkan menjadi buku telah dipublikasikan di media online tembi.net pada rubrik sastra, yang ditayang tiap hari jumat, dari sejumlah puisi yang dikirim dan setelah diseleksi dan ditayang puisi-puisi tersebut dikumpulkan dalam satu buku.

Nuranto,  Pemimpin Redaksi Tembi.net sekaligus Ketua Yayasan Tembi Rumah Budaya merasa perlu memberi ruang pada puisi, yang banyak ditulis di media sosial. Karena ruang untuk publikasi puisi, demikian kata Nuranto, tidak hanya media cetak, bahkan bisa dikatakan era media cetak mulai berkurang memberi ruang untuk puisi.

“Pada tahun 1970-an sampai tahun 1990-an saya masih melihat puisi mendapat tempat di media cetak, namun seiring munculnya media on line banyak penyair mempublikasikan puisinya melalui media tersebut, dan saya kira hal itu perlu untuk diapresiasi” kata Nuranto.

Simak juga:  Penyair Bulaksumur di Bulan Purnama

Dijelaskan oleh Nuranto, penerbitan buku puisi dari puisi-puisi yang pernah ditayang di tembi.net ini merupakan penerbitan periode pertama, yang akan dilakukan setiap bulan Mei. Pada periode kedua Mei tahun depan puisi-puisi yang ditayang di tembi.net akan diterbitkan lagi.

“Maka, para penyair yang ingin puisinya diterbitkan dalam bentuk antologi puisi bersama dipersilahkan mengirim puisi di tembi.net’ ujar Nuranto.

Dalam peluncuran buku puisi ‘Kepada Hujan di Bulan Purnama’ ini, selain akan menampilkan para penyair yang puisinya masuk dalam antologi, akan diisi lagu puisi oleh Joshua Igo, dan Daladi Achmad, serta kelompok Sanggar Lincak dari Fakultas Ilmu Budaya UGM akan menggarap  puisi karya Novi Indratuti menjadi satu pertunjukan dan satu performace puisi akan dipentaskan oleh Sus.S.Hardjono.

Menurut Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama, para penyair yang puisinya masuk dalam antologi puisi ini, tidak semuanya pernah tampil di Sastra Bulan Purnama, namun mereka telah menulis puisi dan dipublikasikan disejumlah media baik media cetak maupun media on line.

“Dari 31 penyair yang masuk dalam antologi puisi, sebagian besar telah memiliki antologi puisi tunggal, dan semua penyair puisi-puisinya sudah masuk dalam antologi puisi disejumlah antologi puisi yang sudah diterbitkan” kata Ons Untoro. (*)

Lihat Juga

Foto dan Puisi: Dua Karya Seni Dalam Satu Antologi Puisi

Antologi puisi yang diberi judul ‘Kepundan Kasih’, bukan hanya berisi puisi, tetapi juga berisi karya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.