Minggu , 16 Desember 2018
Beranda » Peristiwa » Dr. Khadiq, M.Hum: Foto Jurnalistik Harus Punya Pesan-pesan Mulia
Suasana ketika Pameran Karya Fotografi Jurnalistik Mahasiswa Prodi KPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga berlangsung di lobi fakultas. (ft. sea)

Dr. Khadiq, M.Hum: Foto Jurnalistik Harus Punya Pesan-pesan Mulia

FOTO jurnalistik tidak hanya sekadar sebuah foto atau gambar yang menyampaikan suatu informasi atau peristiwa kepada masyarakat luas. Tapi foto jurnalistik, apa pun jenisnya, baik foto berita, foto feature, foto human interest, foto esai, foto cerita dan lainnya, haruslah memiliki makna yang bernilai bagi kehidupan. Lebih dari itu lagi, karya foto jurnalistik seharusnya juga memiliki pesan-pesan mulia yang bisa memberikan manfaat besar bagi kehidupan, baik itu kehidupan secara pribadi, kehidupan bersama, kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pernyataan menarik ini dikemukakan Dr Khadiq M.Hum, Sekretaris Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, ketika membuka Pameran Karya Fotografi Jurnalistik Mahasiswa, yang digelar di lobbi kampus Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Selasa (4 Desember) lalu.

Pameran yang diikuti mahasiswa-mahasiswa peserta mata kuliah Fotografi Jurnalistik tersebut berlangsung selama tiga hari. Sebanyak tigapuluh lebih foto-foto bertema human interest dipajang di pameran. Karena temanya  human interest, maka foto-foto yang dipamerkan banyak berbicara tentang beragam warna aktivitas kehidupan manusia, terutama perjuangan kehidupan orang-orang yang terpinggirkan secara sosial.

Simak juga:  Kassian Cephas Orang Yogya, Fotografer Pribumi Pertama

Menurut Dr Khadiq, pameran Fotografi Jurnalistik ini setidaknya merupakan langkah awal bagi mahasiswa dalam upaya untuk memahami lebih jauh tentang dunia jurnalistik yang peran dan fungsinya sangat besar bagi kehidupan. Apalagi sekarang perihal berbagi informasi itu bukan lagi hanya menjadi miliknya para wartawan atau jurnalis, tetapi di era milenial ini siapa pun dapat berbagi informasi melalui beragam jenis media sosial yang ada. Bahkan informasi itu bisa disampaikan dalam bilangan waktu menit ke menit, jam ke jam, atau kapan saja.

“Jadi belajar tentang jurnalistik, termasuk fotografi jurnalistik, di era seperti sekarang ini memiliki manfaat besar. Sehingga ketika ingin berinteraksi di media sosial atau media apa pun, ingin berbagi informasi kepada siapa pun, baik dalam bentuk tulisan maupun karya foto, kita semua sudah memiliki pengetahun tentang hal-hal yang berkaitan dengan jurnalistik itu,” ujarnya.

 

Jurnalistik dan Broadcasting

Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, menurut Dr Khadiq, memberikan ruang dan peluang yang besar bagi generasi muda yang ingin memahami dan mempelajari ilmu komunikasi, terutama yang berkaitan dengan dunia jurnalistik dan broadcast atau penyiaran.

Simak juga:  Jurnalistik Dakwah, Pengertian dan Realitasnya

“Di era sekarang, dunia komunikasi memiliki daya tarik yang tinggi. Karena itulah di Prodi KPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga ini dikembangkan dua konsentrasi, yakni konsentrasi jurnalistik, dan konsentrasi broadcasting. Pengetahuan-pengetahuan tentang dunia pers atau jurnalistik, baik jurnalistik cetak maupun jurnalistik penyiaran, diajarkan di sini. Singkat kata, bekal kerja di dunia jurnalistik dan broadcast telah diberikan di di sini. Dan, fotografi jurnalistik merupakan salah satu mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa di Prodi KPI,” kata Dr Khadiq dalam pembicaraan seusai meresmikan Pameran Karya Fotografi Jurnalistik Mahasiswa tersebut.

Dr Khadiq berharap, dengan beragam materi perkuliahan yang berhubungan dengan ilmu komunikasi termasuk jurnalistik dan broadcasting itu, mahasiswa memiliki kemampuan dan pemahaman yang banyak tentang dunia jurnalistik dan broadcast, sehingga akan bermanfaat ketika mereka masuk ke dunia kerja selepas dari kampus. *** (Sutirman Eka Ardhana)

Lihat Juga

Diskusi Buku Puisi-Fotografi Kepundan Kasih

Diskusi buku puisi yang berkolaborasi dengan karya fotografi, sehingga bisa disebut sebagai puisi-fotografi berjudul “Kepundan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *