Minggu , 16 Desember 2018
Beranda » Humaniora » Falsafah Wanita dan Garwa, Kunci Sukses Tugas Ibu Rumah Tangga

Falsafah Wanita dan Garwa, Kunci Sukses Tugas Ibu Rumah Tangga

DENGAN  menerapkan falsafah lama seorang wanita (wani ditata) dan garwa (sigaraning nyawa) tugas dan tanggungjawab sebagai ibu rumah tangga sebagai pendamping suami akan memperkokoh dan menyejahterakan suatu bahtera keluarga.

Itulah  yang menjadi pedoman dan kunci sukses  kehidupan keluarga ibu Yani Saptohoedojo istri mendiang pelukis kaliber Saptohoedojo. Dengan dasar sebagai wanita yang mau ditata suami  dan merupakan garwa sigaraning nyawa suami, ternyata  ibu ini mengantar  kesuksesan karier suami dan membawa nama harum keluarga dan negara  ke mancanegara.

Ditemui di Galerinya Saptohoedojo utara Bandara Adisucipto Yogyakarta, ibu satu anak dari tiga cucu ini masih segar dan selalu tersenyum ceria.  Galeri yang sekarang dikelola bersama putra tunggalnya, Sekarlangit tetap menyimpan ribuan koleksi lukisan, batik klasik, ratusan keris, topeng dan benda-benda antik yang harganya puluhan dan ratusan juta.

Wanita kelahiran 25 nopember 1958 ini selain istri mendiang pelukis kondang juga mantan seorang foto model dan penari yang kesohor pada tahun 80an. Dengan kemampuan dan kebijakannya mengantarkan kesuksesan keluarga Saptohoedojo. Apalagi dengan dengan sifatnya  yang sabar, bijak dan keibuan, ibu yang menyukai keindahan dan warna cerah ini dalam usia 60 tahun selalu segar dan sumringah.

Apa yang dilakukan Ibu Yani terhadap karya-karya mendiang suaminya  barangkali  menjadi sisi unik yang mencerminkan  pendekatan  dalam  melangkah  untuk mewujudkan bahtera kehidupan keluarga selalu harmonis. Hubungan antara anak dan puluhan karyawan di galeri tetap akrab , semanak dan happy, sehingga dalam mengelola dan melestarikan seni dan budaya tetap terjaga. Khususnya menjaga dan mengembangkan galeri Saptohoedojo.

Disinggung tentang sifat dan harapan para ibu, khususnya ibu-ibu muda dalam menyambut hari ibu, harus selalu bersifat tegar, sabar dan selalu maju untuk mengawal armada keluarga. Khususnya pada jaman serba canggih ini seorang ibu  harus pinter, dan paham teknologi yang kian maju, seorang ibu kalau tidak mengikuti ombaking jaman mesti bakal ketinggalan segalanya.

Dalam menyambut Hari ibu, Ketua DPP ORARI DIY ini berharap  tidak harus disambut dengan perayaan yang meriah dan berlebihan. Yang penting makna dan hikmah hari ibu selalu diterapkan. Seorang ibu harus menghomati suami, mendukung karier suami, bisa ngemong anak dan bersifat sabar serta bijak.

Untuk mengembangkan sayapnya dalam bidang seni budaya serta menyumbangkan tenaga dan pikiran  demi kemajuan dan peningkatan perekonomian industri,  wanita kelahiran Banyumas ini dalam pemilu tahun 2019 mendatang mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI Dapil DIY  melalui kendaraan partai PKB. Dengan misi dan visi pilih Yani Saptohoedojo pitu pasti maju, beliau berharap bisa lolos dan berhasil  duduk di kursi DPR RI mendatang.*** (Nadi Mulyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *