Senin , 24 September 2018
Beranda » Pendidikan » Diskusi Kebangsaan XV: Dialog
ki-ka: Mathius Giovanni, Ayuningtyas Rahmasari, Totok Sudarwoto (ft. Ist)

Diskusi Kebangsaan XV: Dialog

Mathius Giovanni: Aksi Intoleran Sudah Kronis

Salam Pancasila. Nama saya Mathius Giovanni, saya dari Gerakan Rakyat Cinta Pancasila. Seperti yang telah kita ketahui, bahwasannya aksi-aksi intoleran adalah aksi yang sudah kronis. Dari tahun ke tahun, dari hari ke hari makin meningkat. Bahkan lebih masif. Tetapi kerap kali kita merespon tindakan-tindakan tersebut dengan bahasanya, abot. Jadi kita mengobati kalau misalkan lagi sakit.

Apakah dimungkinkan, sadherek sedaya dan teman-teman sekalian untuk menjalankan komunikasi lebih intensif dengan teman-teman kita yang tidak sepaham dengan kita. Kalau misalkan melawan dan sebagai macam tentunya mereka juga akan melawan kita. Apa bedanya kita dengan mereka. Jadi apakah dimungkinkan, jadi tidak terlalu banyak biaya, itu saja, terimakasih, salam Pancasila.

 

Ayuningtyas Rahmasari: Perlu Mengajak Generasi Muda Lebih aktif

Saya Ayuningtyas Rahmasari. Saya dari generasi muda penggemar Romo Mangun. Saya sangat setuju dengan Romo Aloys Budi Purnomo bahwa ketika kita ada aksi, seharusnya tidak hanya mengutuki kegelapan tetapi juga menyalakan lilin. Seperti itu. Selama ini dari GMPRM sudah menghimpun generasi muda untuk peduli terhadap kebhinnekaan, akan tetapi sampai sekarang masih saja dari teman-teman kampus saya, dari teman-teman di lingkungan saya masih saja tidak peduli terhadap kebhinnekaan. Padahal sudah jelas sekali bahwa Indonesia ini riskan untuk runtuh karena sebuah keberagaman, perbe-daan-perbedaan itu bisa meruntuhkan Indonesia. Sangat jelas sekali seperti itu. Kira-kira apakah yang bisa kita lakukan untuk mengajak generasi muda sebagai pemilik masa depan bangsa untuk lebih peduli terhadap kebhinnekaan, seperti itu.

 

Totok Sudarwoto: Perlukah Menghidupkan Kembali P-4

Kita, perlu banting stir kembali kepada Pancasila, semua kita setuju sekarang ini. Karena sekarang ini Pancasila sedang diuji kesaktiannya. Tetapi implementasinya melalui apa dan bagaimana? Apakah kem-bali seperti P-4 tetapi dengan cara yang lain, karena P-4 diemohi, karena itu dulu indoktrinasi. Bukan pemahaman, itu satu. Kedua kepada Pak Idham, selaku DPR RI dan MPR RI, mohon segera disahkannya RUU Penanggulangan terorisme, kenapa kok ini dihambat-hambat terus oleh teman-teman politikus di Senayan. Ini sekarang permasalahannya seperti ini. Demikian diundur-undur tidak segera disahkan tentang UU terorisme itu, Polri dan TNI itu rasanya tetap tidak bisa bebas. Jadi mohon agaknya, ini kalau DPR mengulur waktu, bar-gaining politik.

Simak juga:  Diskusi Kebangsaan XVII: Wujudkan Nilai-nilai Pancasila dengan Etika Proses dan Kebijakan

Sekarang sudah darurat terorisme di Indonesia. Kemudian, maaf ya, ini poin-poin penting. Ketiga, sekarang ganti melalui Pak Idham dan Bapak-Bapak semuanya, mempertanyakan soliditas BIN, Badan Intelijen Negara.

Terakhir kali, keempat, ada lima poin, keempat kepada Romo Budi, maturnuwun Romo Budi, saya adalah Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia yang keliling Indonesia memberi penghargaan kepada Gubernur dan Walikota, Bupati, sebagai pembina seni budaya dan pariwisata daerah serta kearifan-kearifan lokal agar rakyat juga ikut serta membina seni budaya, kearifan-kearifan lokal dan juga pariwisata daerah. Terakhir Pak Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah non aktif, pada tanggal 28 kemarin saya beri penghargaan sebagai pembina seni budaya dan pariwisata daerah di Jawa Tengah pada saat wayangan. Terakhir sekali nomer lima, mangga bagaimana kita diberikan saran yang positif agar menjaga DIY tetap kondusif, karena kalau DIY dibom, berarti Indonesia yang dibom. Jadi mangga DIY bagaimana tetap aman, damai, kondusif, matur nuwun.

Lihat Juga

Diskusi Kebangsaan XVIII: Membudayakan Musyawarah-Mufakat

Prof. Dr. Kaelan, MS Musyawarah-mufakat sebagai Identitas Budaya Politik Bangsa Bagi bangsa Indonesia nilai-nilai identitas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.