Senin , 10 Desember 2018
Beranda » Sastra » Butet Kartaredjasa dan Landung Simatupang Dalam Lagu Puisi Nana Ernawati di Tembi
Dari kiri: Landung Simatupang, Nana Ernawati, Butet Kartaredjasa (Foto. Ist)

Butet Kartaredjasa dan Landung Simatupang Dalam Lagu Puisi Nana Ernawati di Tembi

Dua aktor handal dari Yogya, Butet Kartaredjasa dan Landung Simatupang akan tampil di Sastra Bulan Purnama membacakan puisi karya Nana Ernawati, Senin, 2 April 2018, pkl. 19.30 di Tembi Rumah Budaya, jalan Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Kali ini Sastra Bulan Purnama edisi 79, menyajikan puisi karya Nana Ernawati, seorang perempuan penyair yang sejak tahun 1980-an sudah rajin menulis puisi. Tajuk dari pertunjukkan ini ‘Lagu Puisi Nana Ernawati’. Karena selain akan dibacakan oleh dua aktor handal dari Yogya, puisi-puisi Nana Ernawati akan digubah menjadi lagu, oleh empat kelompok musik dari Yogya, yang sudah terbiasa mengolah puisi menjadi lagu.

Keempat kelompok musik itu masing-masing ‘Ujug-Ujug Musik’, ‘SWARAA’’, ‘Sasmyrat’ dan ‘Noctturne’. Masing-masing group akan melagukan 3 puisi karya Nana Ernawati, tetapi ada yang melagukan 6 puisi karya Nana Ernawati. Dari keempat group semua sudah pernah tampil pentas di beberapa tempat di Yogya, termasuk tampil di Sastra Bulan Purnama.

“Saya merasa takjub, bahwa puisi-puisi saya bukan hanya diapersiasi, tetapi juga ditafsirkan oleh kawan-kawan secara berbeda-beda. Yang lebih menggetarkan lagi, dua aktor yang saya kagumi akan membacakan puisi saya” kata Nana Ernawati.

Simak juga:  Penyair Empat Kota Launching Antologi Puisi di Tembi

Seorang pecinta sastra sekaligus novelis dan penterjemah sekaligus arsitek, Endah Raharjo namanya, membaca publikasi Sastra Bulan Purnama di media sosial memberi komentar: ‘Waduh, dewa-dewa akan turun di Tembi”.

Kelompok musik SWAARA yang dipimpin Rimawan Ardono, atau yang lebih dikenal dipanggil Donas akan membawakan tiga lagu puisi Nana Ernawati berjudul ‘Angin Yang Bertami 1’, ‘Angin Yang Bertamu 2’ dan ‘Suka Cita’. Ujug-Ujug musik akan membawakan 6 lagu puisi, masing-masing berjudul: ‘Aku Ingin’, ‘Berbincang Dengan Angin’, ‘Mata Elang’, ‘Sebuah Lagu sebuah hati’, ‘Pintu-pintu langit’ dan ‘Saatnya’.

Sedang Nocturne akan membawakan 3 lagu puisi berjudul ‘ Usai: saat ibu seda’, ‘Kartu Pos dari sebuah kota’ dan ‘Kau Berubah menjadi Abadi’. Sasmyrat akan membawkan 4 lagu puisi yang berjudul ‘Aku belajar mencintai darimu’, ‘Dialog Diam’, ‘Rabbana ya rabbana’, ‘Sajak Setangkai Mawar’ dan ‘Sajak Pageblug’

Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama menjelaskan, menafsirkan puisi tidak hanya dengan dibacakan, tetapi juga bisa dilagukan atau dibuat dalam bentuk misikalisasi puisi.

Simak juga:  7 Tahun Sastra Bulan Purnama, Puisi di ‘Rumah Kita’

“Lagu puisi dan musikalisasi puisi dua hal yang berbeda, yang pertama puisi dibuat mejadi lagu, sedang musikalisasi puisi bisa berupa membacakan puisi diiringi muisik, atau keduanya dipadukan melagukan puisi dan ditengahnya ada pembacaan puisi” ujar Ons Untoro.

Dijelaskan oleh Ons Untoro, setiap Sastra Bulan Purnama sudah sering ditampilkan lagu puisi, namun sifatnya lebih sebagai selingan ditengah pembacaan puisi. Namun kali ini, Sastra Bulan Purnama khusus menyajikan lagu puisi dari karya Nana Ernawati dan pembacaan puisi untuk selingan.

Penampilan Butet Kartaredjasa dan Landung Simatupang dalam Sastra Bulan Purnama edisi 79 dengan tajuk ‘Lagu Puisi Nana Ernawati’ akan diletakkan di tengah dan diakhir.

“Penampilan kedua aktor tesebut untuk memperkuat makna pertunjukan Lagu Puisi Nana Ernawati’ jelas Ons Untoro. (*)

Lihat Juga

Puisi dari Guru dan Dosen di Sastra Bulan Purnama

Dua perempuan penyair sekaligus guru dari kota yang berbeda, Nella Widodo (Temanggung) dan Amin Wahyuni …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *