Minggu , 21 Oktober 2018
Beranda » Sastra » 7 Tahun Sastra Bulan Purnama, Puisi di ‘Rumah Kita’
Dari kiri: Yuliana Kumudaswari, Novi Indrastuti, Ristia Herdiana (ft. Ist)

7 Tahun Sastra Bulan Purnama, Puisi di ‘Rumah Kita’

Sastra Bulan Purnama yang diselenggarakan setiap bulan kini telah memasuki usia 7 tahun, dan akan diisi peluncuran antologi puisi yang diberi judul ‘Rumah Kita’, Selasa, 25 September 2018, pkl. 19.30 di Amphytheater Tembi Rumah Budaya, jl. Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, Antologi puisi ini menampilkan lebih dari 20 penyair yang tinggal di beberapa kota, bahkan ada yang tinggal di luar jawa.

Beberapa penyair yang puisinya masuk dalam antologi puisi ‘Rumah Kita’, pernah tampil membaca puisi karyanya di Sastra Bulan Purnama, seperti Ahmadun Yosi Herfanda, Bambang Widiatmoko, Novi Indrastuti, Yuliani Kukudaswari, Ristia Herdiana, Daruz Armedia, Daffa Randai.

Penyair yang ikut dalam antologi puisi ‘Rumah Kita’ ini sebelumnya telah mengirim puisi dan ditayangkan melalui media online sastrapurnama.com, yang kemudian diterbitkan menjadi buku puisi. Selain menulis puisi di sastrapurnama.com para pennyair ini juga mengirimkan puisinya di media lain dan puisi2nya pernah diterbitkan dalam antologi bersama maupun antologi tunggal.

Selain akan tampil para penyair membacakan puisi, ada juga pertunjukan musik, yang akan dimainkan oleh group Al Fine dan Sanggar Lincak. Tidak ketinggalan, Doni Onfire akan menggarap puisi karya Ristia Herdiana dan Yuliani Kumudaswari, dan akan ditampilkan pembaca tamu Novi Ananda.

Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama mengatakan, selama 7 tahun Sastra Bulan Purnama, dan diselenggarakan tiap bulan purnama telah menampilkan banyak penyair dari berbagai kota, tidak hanya dari Yogya, tetappi datang dari Jakarta, Surabaya, Tegal, Purwokerto, Semarang, Kalimantan, Bekasi, Sidoarjo, Mojokerto, Magelang, Temangugung, Wonosobo, Solo, Sragen dan kota-kota lainnya.

“Mereka yang pernah tampil tidak hanya membaca puisi, tetapi juga mengolah puisi karyanya menjadi lagu dan dinyanyikan seperti dilakukan Jodhi Yudono, seorang penyair dan wartawan dari Jakarta” ujar Ons Untoro.

Simak juga:  Perempuan di Ujung Senja di Sastra Bulan Purnama

Penyair yang pernah tampil, demikian Ons Untoro menjelaskan, dari generasi usia yang berbeda-beda. Ada penyair yang aktif menulis puisi sejak tahun 1970an seperti Yudhistira Adinugroho, Iman Budi Santisa, Landung Simatupang, Noorca Massardi, Adri Darmadi Woko, Hendrawan Nadesul, Kurniawan Junaedhie, ada juga penyair yang sejak petengahan tahun 1960an sudah menulis puisi seperti Gentong Hariono, Teguh Ranu Sastroasmara dan lainnya.

“Selain itu ada penyair muda yang mulai tumbuh tahun 2000-an dan penyair generasi tahun 1980-an dan 1990-an’ ujar Ons Untoro.

Dari penyair yang pernah tampil, tidak hanya menampilkan penyair laki-laki, tetapi malah lebih banyak menampilkan penyair perempuan, yang mulai rajin menulis puisi sejak maraknya media digital.

“Para penyair perempuan ini, selain rajin menulis puisi, kesehariannya diikat oleh pekerjaan, bukan hanya sebagai ibu rumah tangga, tetapi ada yang sebagai dosen, dokter, guru dan lainnya.

Antologi puisi ‘Rumah Kita; diambil dari judul puisi karya Ristia Herdiana. Karena Sastra Bulan Purnama merupakan rumah bersama untuk menumbuhkan kreativitas dibidang sastra dan menjali persaabatan di antara penyair yang tinggal di kota-kota berbeda.

Tiga di antaranya penyair perempuan yang akan hadir dan membacakan puisi karyanya dalam 7 tahun Sastra Bulan Purnama ialah Ristia Herdiana (Jakarta) dan Yuliani Kumudaswari (Sidoarjo), Novi Indrastuti (Yogyakarta). (*)

Lihat Juga

Foto dan Puisi: Dua Karya Seni Dalam Satu Antologi Puisi

Antologi puisi yang diberi judul ‘Kepundan Kasih’, bukan hanya berisi puisi, tetapi juga berisi karya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.