Jumat , 14 Desember 2018
Beranda » Pariwisata » 50 Orang dari 5 Negara Kunjungi ke Desa Wisata Pentingsari
Para tamu sedang bermain di sungai (ft. Ist)

50 Orang dari 5 Negara Kunjungi ke Desa Wisata Pentingsari

50 Orang tamu dari 5 negara  yang tergabung dalam delegasi MIKTA (Mexiko, Indonesia, Korea, Turkey dan Australia) awal  bulan Agustus 2018 mengunjungi  Desa Wisata Pentingsari/Desa Umbulharjo, Cangkringan Sleman. Delegesi MIKTA yang dipimpin  oleh  Muksin Syihap (Direkur  Pembangunanan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Menlu RI) Didampingi  Varelina Daniel (Ahli  Menteri  Paeisata  Bidang  Pariwisata Berkelanjutan Kemenpar RI)   terkait dengan  penjaringan  kerjasama bidang lingkungan hidup dan kepariwistaa dari kelima Negara.

Menurut  Varelina Daniel, kunjungan ke Desa Wisata Pentingsari selain melihat secara dekat keberadaan desa wisata unggulan di Sleman ini, juga  bisa menimba pengalaman dan ngangsu kawruh  pada  anggota desa wisata tersebut.

Lebih lanjut Varelina  mengungkakana. Desa wisata Pentingsari  merupakan salah  satu  destinasi  yang dikelola  STO (Sustainable Tourism Observatory) yakni program  yang dipromotori Kemenpar RI yang bekerjasama degan beberapa pertguruan tinggi di Indonesia.

Masih menurut Varelina, di dunia  ini baru ada 20  desa wisata  yang ada destinasi yang menerapkan STO. Dari kelima Negara  di Indonesia  baru 5 daerah, diantaranya desa wisata Pentingsari, Sleman, Pangandaran Jabar, Sanur Bali, Panggulangan dan Mandalika.

Dipilihnya  Desa wisata Pentingsari, selain  bisa menunjunkan  kepala  MIKTA, bahwa  Indonesia sudah menerapkan  pariwisata berkelanjutan  juga  bisa menimba  pengalaman dan pengetahuaan juga  bias membangun jaringan  kerjasama yang lebih luas ke lima negara tersebut.

Simak juga:  Ngayogjazz, Konten Jiwa Global Ramuan Kuasa Nilai-nilai Lokal

 

Pemasukan devisa 2,5 miliar

Sementara ketua Desa wisata  Pentingsari,  Data  Yogantara menuturkan, Desa wisata yang memiliki luas 1,103 Hektar.   Selain  di dukung alam dan lingkungan yang menarik  juga menawarkan  beraneka ragam  budaya, seni dan makanan tradisional juga mamapu memasukkan devisa  2,5 miliar pertahun.

Selain dukungan warga dan anggota desa wisata Pentingsari juga  kebersamaan dan kekompakan warga sangat kental.  Selaian  memiliki berapa grup kesenian dan kelompok  tani desa wisata yang memiliki 70 anggota ini juga berhasil memproduksi kopi khas lereng merapi dan  beberapa jenis makanana tradisional, seperti jadah tempe, jeneng upih, criping kentang, nagasari, sengek tempekara dan beerapa jenis makanan tradisional yang menjadi khas desa wisata tersebut.

Dalam kunjungan  delegasi MIKTA selain  tamu disuguhi seni tari dan musik gamelan  juga bisa praktek langsung membuat kopi, membatik dan  bermain gamelan. Lebih asyik lagi para tamu yang sebagian  besar orang asing ini juga disuguhi makanana khas  kaliurang, yakni jadah  tempe, wajik ketan, pisang godog dan menu makan siang,  pecel dan sayur lodeh, tarbncan dan ingkung ayam dengan nasi gurih.

Sedang  fasilitas desa wisata pentingsari selain  pengunjung bisa mengenyami hawa sejuk pegunungan juga bisa belajar bertani, membatik, perajin, gamelan, membajak tanah pertanian juga bermain gobak sodor, ketapel, gangsing dan engrang. Untuk para tamu jangan khawatir di desa wisata tersebut juga disiapkan  penginapan  atau homestay dengan  tarif   murah dan aman.

Simak juga:  Berapa Jumlah Hasan di Desa?

Dari sekian kunjungan menurut  Varilina,  adalah sambutan warga dan para anggota desa wisata sangat ramah dan santun,  Lebih menarik selain rombongan bisa ikut praktek membuat kopi  juga membuat  wayang suket mendong.

Dalam akhir kunjungan selain para tamu dijamu makan siang  di gubug simbok para tamu diberi piagam tanda kunjungan ke desa wisata Pentingsari  untuk delegasi 5 negara. (Nadi Mulyadi)   

Lihat Juga

Ngayogjazz, Konten Jiwa Global Ramuan Kuasa Nilai-nilai Lokal

Ketika Kika Sprangers Quintet dari Belanda, atau saat Yuri Mahatma Quartet sedang mencoba mikropon untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *