Minggu , 16 Desember 2018
Beranda » Peristiwa » Syawalan Sastra(wan) Negeri Awan Di Tembi
Agustina Thamrin, Penyair dari Banjarbari, Kalimantan Selatan

Syawalan Sastra(wan) Negeri Awan Di Tembi

Antoolgi puisi ‘Negeri Awan’ yang memuat 174 penyair Nusantara, akan mengisi Sastra Bulan Purnama di Tembi Rumah Budaya. Sejumlah penyair yang puisi-puisinya tergabung dalam antologi puisi tersebut akan hadir dan membacakan puisi karyanya, dalam satu tajuk ‘Syawalan Sastra (wan) Di Negeri Awan’

Sastra Bulan Purnama edisi 70 masih dalam suasana syawalan,  untuk saling silaturahmi antara sastrawan dengan kelompok masyarakat luas, sekaligus menyajikan antologi puisi Negeri Awan, antologi puisi 174 penyair nusantara, tajuk dari acara ini ‘Syawalan Sastra(wan) di Negeri Awan’, yang akan diselenggarakan, Sabtu, 8 Juli 2017, pkl. 19.30 di Tembi Rumah Budaya, jalan Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Beberapa penyair yang puisinya tergabung dalam antologi puisi ini, yang dari Yogya Sutirman  Eka Ardhana, Budhi Wiryawan, Ons Untoro. Agus Manaji, Alunk Estohank, Dimas Indiana Senja, Ria Afifah Almas, Rismuji Raharjo, Saifa Abdilah,  Salama Elmie. (alm) Slamet Riyadi Sabrawi, Sukma Putra Permana, Zainab Rati Z.

Selain dari Yogyakarta, sejumlah penyair berasal dari kota-kota berbeda, dan berasal dari luar Jawa. Beberapa penyair yang tinggal tidak jauh dari Yogyakarta, Bambang Eka, Joshua Igho (Magelang), Seruni Tri Padmi (Solo), Dharmadi, Iis Sugiarti (Purwokerto), Sus S. Harjono (Sragen), Heru Mugiarso (Semarang), Muhamad Mursyid Ashari (Klaten). Untuk menyebut beberapa penyair dari luar Jawa, Agustina Thamrin (Banjarbaru, Kalimantan  Selatan), Arther Panther Olii (Manado, Sulawesi Utara), Bresman Marpaung (Medan, Sumatra Utara), D.G. Kumarasana (Mataram, Nusa Tenggara Barat), Larasati Sahara (Lhokseumawe, Aceh Utara).

Simak juga:  Cerpen Tiga Paragraf di Sastra Bulan Purnama

Karena penyairnya berasal dari berbagai kota di Indonesia, tidak semua penyair bisa hadir membacakan puisi karyanya. Beberapa penyair yang siap untuk datang di antaranya Bambang Eka dan Joshua Igho (Magelang), Pipie J Egbert (Surabaya), SP.Budi Santosa (Bogor), Seruni Unie (Solo), Agustina Thamrin (Banjarbaru, Kalimantan Selatan), Suyitno Ethex (Mojokerto), Sus. S Harjono (Sragen)  dan sejumlah penyair lainnya yang kota tempat tinggalnya tidak jauh dari Yogya.

Penyair Yogya yang puisinya masuk dalam antologi puisi Negeri Awan akan hadir dan membacakan puisi karyanya.

Selain diisi pembacaan puisi, dalam Sastra Bulan Purnama edisi 70 ini, Nina Purnomo dari Sanggarbambu Yogya akan mengisi dengan tarian tubuh sembari membaca puisi dan iringan musik.

Sejumlah pembaca puisi yang akan tampil dan membacakan puisi karya penyair dari kota-kota di Indonesia, yang tidak bisa hadir di antaranya, Dadang Kusdarto, seorang disainer, Zanita, Bambang ‘Bhe’ Susilo dan Yudah Prakosa.

Antologi puisi Negeri Awan ini merupakan seri antologi puisi Negeri Poci 7, yang diterbitkan oleh Komunitas Negeri Poci, Jakarta. Kurator dari antologi puisi ini adalah sastrwan dan penyair yang sudah lama bergelut dengan dunia sastra dan jurnalistik seperti Adri Darmaji Woko, Hendrawan Nadesul dan Kurniawan Junaedhie.

Simak juga:  We Ar{t}e Here, Pameran Lukisan di Tembi

Dalam pengantar Antologi ini kuratotnya mengatakan, buku antologi ini seperti tradisinya menghimpin karya-karya para penyair dari berbagai angkatan atau lintas generasi. Sebagaimana sering dikatakan oleh para pertintisnya, hal ini diperlukan untuk menunjukkan adanya kesinambungan.

“Dan bagi para pengamat mungkin akan menjadi penting untuk melihat pergeseran selera atau tema, atau bahkan daya ucap” kata Adri Darmaji Woko, salah satu dari tiga kurator Negeri Poci. (*)

Lihat Juga

Puisi dari Guru dan Dosen di Sastra Bulan Purnama

Dua perempuan penyair sekaligus guru dari kota yang berbeda, Nella Widodo (Temanggung) dan Amin Wahyuni …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *