Beranda » Sastra » Sesobek Angin Ditampilkan di Tembi
Tedjo Badut

Sesobek Angin Ditampilkan di Tembi

Satu petunjukan yang diberi tajuk ‘Sesobek Angin: Kolaborasi Puisi, Pantomim, Badut dan Kendang”, yang diselenggarakan Lembaga Seni dan Sastra Reboeng kerjasama dengan Tembi Rumah Budaya, akan diselenggarakan, Kamis, 28 September 2017, pkl. 19.30 di Amphytheater Tembi Rumah Budaya.

Penyair yang akan tampil, Fauzie Absal, seorang penyair Yogya yang aktif menulis semasa Persada Studi Klub asuhan Umbu Landu Paranggi, dan sampai sekarang masih terus menulis puisi, dan pantomimer Jemek Supardi serta badutnya Yogya, Tejo Badut serta seorang pengamen legendaris, Sujud Sutrisno, akan berkolaborasi dalam satu pertunjukan.

Sesobek angin merupkan salah satu judul puisi karya Fauzie Absal yang akan dibacakan dan sekaligis digunakan sebaai tajuk  pertunjukan.

Nana Ernawati, ketua Lembaga Seni dan Sastra Reboeng melihat, keempat tokoh yang tampil semuanya merupakan legenda dibidangnya masing-masing, yang sampai hari ini mereka terus menggeluti profesi yang telah dipilihnya.

“Orang-orang seperti mereka, yang penuh setia dengan aktivitasnya selama ini perlu untuk diperhatikan” ujar Nana Ernawati.

Selain keempat tokoh yang telah disebut di atas, Nyoto Yoyok dan Ana Ratri serta seorang pemetik gitar akan mengiringi sekaligus memberi ilustrasi musik pada pertunjukan yang diberi tajuk ‘Sesobek Angin: Kolaborasi Puisi, Pantomin, Badut dan Kendang”.

Simak juga:  Merawat Keberagaman Melalui Seni Rupa

Di awal acara, Ana Ratri akan mengalunkan lagu-lagu puisi untuk membangun suasana sastra.

Merespon pertunjukan ini, Fauzie Absal, seorang penyair Yogya mengatakan: “Ini satu pertunjukan unik, karena masing-masing setia dengan karyanya dan dipertemukan dalam satu pertunjukan”

“Meskipun tanpa naskah, tetapi diskripsi dari skenario yang telah disediakan, saya rasa, masing-masing akan saling merespon dalam satu pertunjukan” kata Tedjo Badut.

Jemek Supardi, seorang pantomimer Yogya, merasa perlu merespon Fauzie Absal seorang penyair senior dari Yogya yang sudah lama dia kenal. Karena selain aktif menulis puisi, kata Jemek, Fauzie juga aktif di teater.

“Fauzie Absal adalah  seorang penyair langka di Yogya, karena itu penampilannya perlu untuk diapresiasi” kata Jemek Supardi.

Sujud dan Jemek sudah sering berkolaborasi, demikian pula dengan Tedjo Badut. Ketiganya sudah lama saling bersahabat, dan kali ini persahabatan ketiganya akan ditambah seorang  penyair Yogya yang penuh eksetrik, yaitu  Fauzie Absal.

Melalui telpon dan juga telah bertemu langsung dengan Tedjo Badut, Sujud menyatakan siap untuk tampil bersama dengan teman-temannya.

Simak juga:  Diskusi Buku Puisi-Fotografi Kepundan Kasih

“Ya, saya siap ke Tembi, nanti berangkatnya saya bisa digendong pak Tedjo Badut’ kata Sujud melalui telpon. (*)

Lihat Juga

Merawat Keberagaman Melalui Seni Rupa

Di Yogya kita bisa menemukan banyak hal yang berbeda. Dalam keseharian orang Yogya bisa saling …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *