Beranda » Peristiwa » Sepur Bumel Hilang dari Jogja
Ilustrasi (foto: autopocket.info)

Sepur Bumel Hilang dari Jogja

Ngouk.. ngouk.. ngouk.. suara itu selalu terdengar menjelang Adzan Subuh dini hari disekitar tahun 1955 di seputaran Stasiun KA Tugu yogyakarta.

Suara itu keluar dari lokomotif Uap seri 52099 buatan FRIED KRUPP JERMAN TH 1952 bahan bakar kayu jati, masinis memberikan tanda semboyan kepada PPKA Stasiun Tugu, bahwa ka bumel yang membawa rangkaian gerbong kayu beroda besi 5 gerbong CR 721 relasi Djogjakarta ke Solobalapan siap berangkat.

Jam 04.30 setelah mendapat perintah dari PPKA (Pak Sep julukan waktu itu) mengangkat tanda dan meniup peluit semboyan 40 disusul KDR (kondektur) meniup peluit semboyan 41, masinis dan stokher (juru api) menjalankan KA Bumel menuju Stasiun Solobalapan. Stasiun penghentian pertama Lempuyangan, kedua Maguwo, ketiga Kalasan, keempat Brambanan, kelima Klaten, keenam Gawok, ketujuh Delanggu, kedelapan Purwosari, terakhir Solobalapan, disepanjang perjalanan penumpang silih berganti naik dan turun.

Pada saat yang bersamaan KA bumel dari Stasiun Solobalapan menuju Djogjakarta bejalan sebaliknya, penumpang seperti pedagang hasil bumi, pegawai, karyawan dan anak sekolah merupakan pelanggan tetap KA bumel tersebut. Sore harinya KA bumel tersebut kembali melayani penumpang tersebut, jes jes jes… suara desisan lokomotif dan deg deg deg… suara sambungan rel pendek yang dilindas roda besi, ditingkah deritan roda yang dijepit kampas rem balok besi mana kala PLRM petugas HANDEL REM yang memutar tuas rem manual untuk mengurangi kecepatan dan menghentikan KA bumel saat tiba di Stasiun.

Kini tinggal kenangan, masyarakat dapat melihat lokomotif dan gerbong kayu CR di Stasiun Ambarawa, Jawa Tengah.

Lihat Juga

Diskusi Kebangsaan XVI: Setiap Tahun di Dunia, Hutan Seluas Jawa Hilang

Prof. Dr. Ir. Cahyono Agus DK, MSc, Guru Besar Kehutanan UGM PADA kesempatan ini karena …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *