Selasa , 22 Agustus 2017
Beranda » Pariwisata » Sarjana Penggerak Pembangunan Kecamatan Gedangsari

Sarjana Penggerak Pembangunan Kecamatan Gedangsari

Pada awal bulan Mei  tahun 2016 ini BPO DIY (Balai Pemuda Olahraga) kembali memberikan kesempatan kepada para pemuda untuk berkarya sebagai Sarjana Penggerak Pembangunan (SP2) Angkatan VI dan  akan ditempatkan di Kabupaten Gunungkidul. Di tahun 2016 ini akan direkrut 20 Pemuda Sarjana yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan di tempatkan di 10 kecamatan  untuk membangun dan menciptakan pemuda dalam berbagai bidang usaha dengan potensi diri nya atau memperbedayakan pemuda dengan tujuan membangun suatu potensi wilayah yang dapat dijadikan Obyek Wisata baru, sehingga dapat menciptakan wirausaha pemuda baru serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang terdapat di suatu desa tersebut. Pada tahun ini, Sarjana Penggerak Pembangunan (SP2) Angkatan VI akan diberikan bantuan modal sebesar Rp. 7.500.000- (tujuh setengah juta rupiah) / tahun untuk mewujudkan rencana program.

Pada dasar nya, jika melihat Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor 0059 tahun 2013 tentang Pengembangan Kepemimpian Pamuda dijelaskan dalam  Pasal 1 Bab 1 Nomor 1 yang dimaksud dalam pemuda adalah “Warga  Negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dn perkembangan yang berusia 16 (Enambelas) tahun sampai 30 (Tiga Puluh) tahun”. Peran pemuda menjadi sangat penting dalam membangun bangsa serta mempertahankan Negara dengan Bhineka Tunggal Ika nya yang sudah menjadi kekuatan kita untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini, bukan untuk memecah-belah dengan perbedaan-perbedaan yang ada. Dengan keberadaan Sarjana Penggerak Pembangunan (SP2) Angkatan VI di Kabupaten Gunungkidul  harapannya dapat membantu membangun Gunungkidul bersama masyarakat  dan Pemerintah mewujudkan Visi Dan Misi Bupati serta Wakil Bupati melalui Ide Gagasan baru, Kerja Cerdas Serta Kerja keras bersama-sama di Wilayah Kecamatan Masing-masing.

Pada kesempatan ini, penulis ingin berbagi pengalaman sekaligus menjadi sarana mempromosikan potensi yang didapat dilapangan dalam program kerja Sarjana Penggerak Pembangunan (SP2) Angkatan VI Kabupaten Gunungkidul. Penulis mendapat kesempatan untuk bergabung di Sarjana Penggerak Pembangunan (SP2) Angkatan VI Kabupaten Gunungkidul ditempatkan di Kecamatan Gedangsari, yang menurut data dari Bapeeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kecamatan Gedangsari  adalah Salahsatu kecamatan yang tertinggal. Akan menjadi tantangan tersendiri ketika penulis ditempatkan disalahsatu wilayah kecamatan Kabupaten Gunungkidul yang dianggap tertinggal, dari berbagai aspek, diantaranya Aspek Pendidikan, Ekonomi dan Insfrastruktur dll. Namun Kecamatan Gedangsari ini bukan berarti tidak mempunyai kelebihan-kelebihan yang dapat dikembangkan. Dengan masyarakat yang mayoritas petani dan wilayahnya yang menjadi akses utama penghubung jalan perbatasan Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Klaten. Dari hasil Obeservasi lapangan, penulis melihat terdapat harapan besar untuk menjadikan Kecamatan Gedangsari dapat dikenal masyarakat luas melalui Wisata Alam nya, sehingga dapat menciptakan perekonomian dengan membuka peluang usaha ketika dalam suatu wilayah terdapat potensi wisata yang layak dikunjungi. Karena sesuai dengan Visi dan Misi  Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gunungkidul adalah “Mewujudkan Gunung kidul sebagai daerah tujuan wisata yang terkemuka dan berbudaya menuju masyarakat yang berdaya Saing, Maju, Mandiri Dan Sejahtera 2020”.

Kecamatan Gedangsari terdapat 7 (tujuh) Desa, Diantaranya Desa Hargomulyo, Desa Ngalang, Desa Serut, Desa Watu Gajah, Desa Sampang, Desa Mertelu, Desa Ngalang.  Dari ketujuh desa di Kecamatan Gedangsari ini terdapat Beberapa desa yang mempunyai potensi wisata yang jika dikembangkan akan dapat menjadi destinasi wisata baru sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, salahsatu nya adalah Desa Ngalang. Pada wilayah Desa Ngalang terdapat wisata Gunung Gentong yang letaknya di Dusun Manggung.  Karena kabupaten Gunungkidul salahsatu kawasan Geopark Gunungsewu sehingga memiliki banyak bukit dan pengunungan tersebar di berbagai wilayah kecamatan nya diantaranya  Gunung Gentong. Melihat potensi wisata ini, penulis mencari informasi lebih terkait Gunung Gentong melalui Perangkat Desa, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat serta masyarakat setempat. Dari hasil Observasi berbulan-bulan melalui diskusi bersama masyarakat tersebut disepakati bahwa bantuan modal sebesar Rp. 7.500.000- (tujuh setengah juta rupiah) untuk setiap Sarjana Penggerak Pembangunan (SP2) untuk mewujudkan rencana program akan digunakan untuk pembangunan gardu pandang serta Gazebo di wisata alam Gunung Gentong sebagai salahsatu sarana penunjang untuk meningkatkan kehadiran wisatawan berkunjung dengan mengabadikan melalui foto.

Manusia dengan kerja kerasnya mampu membangun peradaban ditempat yang paling ekstrem sekalipun. Semua dengan akal, pikiran, kerja cerdas dan semangat kerja untuk mencapai suatu tujuan yang lebih baik. Kerja keras dan kerja cerdas masyarakat Desa Ngalang ini mampu membangun Gardu pandang dan Gazebo walaupun terlihat sederhana namun akan terlihat mewah jika dapat bermanfaat bagi orang lain. Dan harapannya peran aktif Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul dapat terlibat hadir untuk mempromosikan dan memberikan sarana prasarana dari kekurangan yang ada di Wisata alam Gunung Gentong menjadi kelebihan serta kenyaman dalam berkunjung ke wisata Gunung Gentong, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dan meningkatkan Pendapatan Asli daerah (PAD) melalui Pariwisata Gunungkidul. Mengutip dari pernyataan Anes Baswedan yang menjadi motivasi penulis bahwa, “Indonesia punya banyak masalah bukan karena banyaknya orang jahat, tapi karena banyak orang-orang baik memilih diam dan mendiamkan”. Harapan penulis dari tulisan ini kepada pembaca dapat terlibat turun tangan untuk hadir sebagai media promosi. tidak diam dan mendiamkan melihat Salahsatu Keindahan Sumber Daya Alam (SDA) Gunung Gentong dan sumber daya manusia (SDM) yang diberikan Tuhan Yang Maha Besar kepada Negeri kita di Kecamatan Gedangsari Desa Ngalang Kabupaten Gunungkidul. (Fajar Setiawan)

Lihat Juga

Diskusi Kebangsaan VI: Pancasila Menjiwai Pengembangan Kepariwisataan

Oleh: Suhendroyono SH MM MPar Dewasa ini suka tidak suka, 5×5= 25, diterima atau tidak …

1 komentar

  1. Semangat… Mari kita sebagai orang baik jangan cuma diam, tp ikut bergeak untuk berjuang!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *