Senin , 10 Desember 2018
Beranda » Nasional » Ronggowarsito, Karya-karyanya Bernuansa Kebangsaan

Ronggowarsito, Karya-karyanya Bernuansa Kebangsaan

RADEN Ngabehi Ronggowarsito, sesungguhnya tidak hanya seorang pujangga dan pakar filsafat Jawa. Tokoh yang karya-karyanya tetap dikagumi hingga kini ini haruslah diakui sebagai tokoh Sufi Jawa kenamaan. Cobalah baca karya-karya besarnya, semua sarat dengan filsafat kehidupan manusia Jawa dan ‘penglihatannya’ yang mampu memandang jauh ke masa-masa depan.

Pujangga yang lahir di tahun 1802 atau 1728 tahun Jawa dan makamnya terdapat di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Klaten ini, semasa hidupnya telah melahirkan sejumlah karya-karya besar di antaranya Serat Wirid Hidayat Jati, Serat Kalatidha, Serat Jaka Lodhang dan Serat Sabda Jati.

Serat Kalatidha merupakan salah satu karya besarnya yang paling populer hingga hari ini. Di dalam Serat Kalatidha ia telah mengingatkan manusia tentang suatu masa di mana disebutnya sebagai “zaman edan”. Ketika masa itu datang, digambarkannya perilaku dan sikap manusia benar-benar memprihatinkan. Dan, apa yang dikemukakan oleh Ronggowarsito itu oleh banyak pihak diyakini akan selalu terjadi dan muncul di sepanjang zaman atau sepanjang perjalanan kehidupan manusia.

Cobalah simak beberapa bait dari tembang sinom dalam Serat Kalathida tersebut. “Menangi zaman edan, Ewuh aya ing pambudi melu edan nora tahan, ten tan melu anglakoni, boya keduman melik, kaliren wekasanipun, dilalah karsa Allah, begja-begjane kang lali, luwih begja kang eling lawan waspada.” 

Hampir semua pemimpin Indonesia mengagumi karya-karya besar Ronggowarsito. Sukarno, Proklamator Kemerdekaan dan Presiden pertama RI misalnya, ia begitu kagum terhadap bait demi bait tembang sinom yang terdapat di dalam Kalatidha tersebut. Tampaknya apa yang diuraikan di dalam Serat Kalatidha itu begitu dihayati dan didalaminya.

Simak juga:  Misteri Sumur Tiban di Makam Ronggowarsito Peziarahnya dari Pengangguran Sampai Caleg

Sehingga dalam berbagai kesempatan berbicara di depan rakyat maupun di forum-forum terhormat lainnya, Bung Karno sering menyitir bait demi bait dari Serat Kalatidha tersebut. Karena menurutnya, karya-karya Ronggowarsito, termasuk Serat Kalatidha, bila disimak dan dicermati dengan sungguh-sungguh penuh dengan ajaran-ajaran bernuansa kebangsaan. Mengingatkan kita bagaimana menjalani kehidupan, dalam berbangsa dan bernegara.

Begitu kagum dan hormatnya Bung Karno kepada pujangga Ronggowarsito, sehingga ia lalu memerintahkan untuk membangun makam pujangga Jawa terkemuka itu. Makam sang pujangga Ronggowarsito di Desa Palar itu dibangun di atas tanah seluas 1000 meter persegi. Arsitekturnya dibangun dengan perpaduan Jawa dan Islam.

 

Santri Pesantren

Ajaran-ajaran filsafat Jawa dan filsafat Islam-Jawa terasa begitu kental di dalam karya-karya Ronggowarsito. Bahkan sejumlah ulama dan pengamat Islam memandang, karya-karyanya sarat dengan ajaran tasawuf. Pemahamannya tentang tasawuf terlihat jelas dalam karyanya Serat Wirid Hidayat Jati.

Ketika kecil, Ronggowarsito yang terlahir dengan nama kecil Bagus Burhan ini memang telah menunjukkan kelebihan-kelebihannya. Sang ayah RM Ng. Pajangsworo begitu memperhatikan perkembangan perilakunya. Demikian juga sang kakek, RT Sastronagoro, selalu memberikan perhatian dan arahannya. Ayah dan kakeknya adalah bangsawan dari Keraton Surakarta.

Simak juga:  Serat Jaka Lodhang, Kaya Rahasia Kehidupan

Sang kakek ingin Bagus Burhan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang luas tentang keagamaan. Untuk itulah sang kakek kemudian mengirim Bagus Burhan belajar di Pondok Pesantren Gebang Tinatar, Ponorogo, yang dipimpin Kyai Kasan Besari, seorang kyai terpandang dan disegani kala itu.

Tapi selama menjalani kehidupan santri di Pandok Gebang Tinatar, berbagai pengalaman kehidupan telah dialaminya. Bahkan ia dan penjaganya Ki Tanujaya sempat ‘lari’ dari pondok pesantren. Namun Kyai Kasan Besari tak pernah berhenti untuk mendidik Bagus Burhan. Setelah melalui beberapa tahapan, Bagus Burhan ternyata mampu menunjukkan kemampuannya.

Berbagai pengalaman dan pengetahuan keagamaan yang diperolehnya selama belajar di Pondok Pesantren itulah yang kemudian menempanya menjadi seorang pujangga yang tidak hanya tangguh dalam filsafat Jawa tapi mempunyai pengetahuan luas tentang filsafat Islam Jawa.

Kekuatan supranatural yang dimiliki pujangga Ronggowarsito ini terlihat jelas dari karya-karyanya yang futuristik. Di masa itu ia sudah berbicara dan memberikan gambaran jauh ke masa depan. Ia sudah mampu memprediksi apa yang  bakal terjadi di dalam kehidupan mendatang. Hal ini terlihat dari karya-karyanya seperti Serat Jaka Lodhang dan Serat Sabda Jati. *** (Sutirman Eka Ardhana)

Lihat Juga

Misteri Sumur Tiban di Makam Ronggowarsito Peziarahnya dari Pengangguran Sampai Caleg

KOMPLEK makam pujangga Jawa kenamaan, Raden Ngabehi Ronggowarsito, yang berada di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *