Kamis , 21 September 2017
Beranda » Sastra » Puisi Dalam Tarian Hujan Di Sastra Bulan Purnama

Puisi Dalam Tarian Hujan Di Sastra Bulan Purnama

Sastra Bulan Purnama edisi 65,  dengan tajuk ‘Puisi Dalam Tarian Hujan’ akan digelar, Jumat, 10 Februari 2017, pkl. 19.30 di Tembi Rumah Budaya, jalan Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Tarian hujan merupakan judul antolgi puisi karya Jane Ardaneshari dalam dua bahasa Inggris dan Indonesia, antologi puisi ini diberi judul ‘Dancing Rain’.

Selain Jane Ardaneshwari yang akan membacakan puisi karyanya, akan tampil membaca puisi karya Jane, ialah Landung Simatupang, seorang aktor teater dari Yogya, Annisa Hertami, artis film, Gendis Pawestri, Rully Ismada, Choen Supriyatmi, Otokbima Sidharta dan Pritt Timothy. Puisi karya Jane juga akan digubah menjadi lagu oleh Rimawan Ardono, yang sudah menggubah beberapa puisi karya penyair lain.

Remy Sylado, seorang sastrawan, dalam memberi pengantar buku ‘Dancing Rain’ karya Jane Ardaneshwari di antaranya mengatakan, bahwa menulis puisi bukan semata hanya berlandas pada apa yang ‘mau’ dikatakan, tapi juga pada apa yang ‘patut’ dan ‘harus’ dikatakan, disertai antara keinginan-keinginan yang seyogyanya dikatakan dengan bebas, yaitu terhadap sesuatu yang barangkali sama dikonteks kasat-mata namun niscaya berbeda dikontekss kasat-atma.

“Dari dulu saya menilaht Jane di situ” kata Remy Sylado.

Antologi puisi ‘Dancing Rain’ setebal 190-an halaman termasuk cover ini menyajikan 180 puiai dalam dua bahasa Indonesia dan Inggris. Satu halaman, secara berdampingan dimuat puisi dalam dua bahasa, sehingga pembaca bisa langsung menikmatinya terjemahaannya dalam bahasa Inggris.

Jane Ardaneshwari, selain menulis puisi juga dikenal sebagai wartawan dan editor. Sebagai penyair, puisi-puisinya dipublikasikan di Kompas, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Suara Karya dan sejumlah media lainnya, selain itu puisinya tergabung dalam antologi puisi bersama dengan para penyair lainnya, di antaranya antologi puisi ‘Negeri Langit’ yang memuat 153 penyair dari berbagai kota di Indonesia.

“Bagi saya, menulis sajak adalah kontemplasi verbal, refleksi kehidupan sehari-hari yang disampaikan secara lirih,” kata Jane Ardaneshwari.

Ons Untoro, koordinator Sastra Bula Purnama mengatakan, puisi-puisi karya Jane Ardaneshwari yang berjudul ‘Dancing Rain’ ini ditulis dengan nafas pendek dan suasananya basah, sehingga membawa kesejukan bagi pembacanya, meskipun menyajikan tema sosial, tetapi ditulis dengan cara sejuk dan santun, sehingga tidak ada nuansa berteriak pada puisinya.

“Antologi puisi ini, saya kira merupakan antologi puisi pertama Jane, setelah dia lama tenggelam dalam kerja jurnalistik dan tulisan-tulisan kolom lainnya, dan Jane tak bisa lari jauh dari sastra lebih-lebih puisi,” kata Ons Untoro.

Dijelaskan oleh Ons Untoro, lebih dari lima tahun, Sastra Bulan Purnama menampilkan penyair dari kota-kota di Indonesia dan melaunching antologi puisi.

“Melalui Sastra Bulan Purnama saya melihat, bahwa puisi terus bersemi di kota-kota Indonesia, termasuk di kota-kota kecil dan menembus berbagai profesi, dan ini merupakan satu bukti bahwa puisi tidak lagi terasing ditengah masyarakat” ujar Ons Untoro (*)

Lihat Juga

‘Ia Masih Bocah’ Dibacakan Landung Simatupang

Untuk yang kesekian kali Landung Simatupang tampil di Sastra Bulan Purnama. Kali ini dia membaca …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *