Rabu , 17 Januari 2018
Beranda » Sastra » Perempuan di Ujung Senja di Sastra Bulan Purnama
Christine Francisca (ft. Ist)

Perempuan di Ujung Senja di Sastra Bulan Purnama

Antologi puisi berjudul ‘Perempuan Di Ujung Senja’ karya 33 Perempuan Penyair akan dilaunching di Sastra Bulan Purnama, Jumat, 8 Desember 2017, Pkl. 19.30 di Tembi Rumah Budaya, jl. Parangtritis Km 8,9, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Pertunjukan sastra ini akan live streaming melalui youtube perwara dan facebook perwara.

Setiap penyair menyajikan 3 puisi, sehingga terdapat sekitar 100 puisi karya 33 Perempuan Penyair dari berbagai kota, Jakarta, Bandung, Tangerang, Temanggung, Yogyakarta, Sragen, Sidoarjo, Surabaya, Semarang. Judul antologi puisi ‘Perempuan Di Ujung Senja’ diambilkan dari puisi karya Novi Indrastuti, seorang penyair sekaligus pengajar di jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya UGM.

“Puisi karya Novi Indrastuti yang diambil sebagai judul, rasanya pas untuk mewakili puisi-puisi yang lain, meskipun tema perempyan tidak dominan dalam puisi yang terkumpul dalam buku ini” kata Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama.

Ke 33 Penyair perempuan itu ialah Ana Ratri, Christine Francisca, Dedeh Supanti, Dini Rahmawati, Ely Widayanti, Endah Nurshinta, Endang Wahyuningsih, Henny Prayoga, Heti Palestina, Ika Permata Hati, Ika Pertama Sari, Julia Utami, Nella Widodo, Ninuk Retno Raras, Novi Indrastuti, Puput Amiranti, Ristia Herdiana, Rosanah, Selsa, Sri Sulastri, Suratmini, Sus.S.Harjono, Tri Rahayu, Umi Kulsum, Umi Prihwanti, Watie Respati, Waty Sumiati Halim, Widya Ningrum, Windu Setyaningsih, Yanti S.Sastro Prayitno, Yuliani Kumudaswari, Yunhy Ammarsyah, Zainab Ratu S.

Selain pembacaan puisi karya masing-masing penyair, Doni Onfire akan menggarap puisi karya salah satu dari 33 penyair menjadi lagu. Doni yang terbiasa memegang biola bersama teman-temannya akan tampil mengolah puisi menjadi lagu.

Dari 33 perempuan penyair, beberapa di antaranya, terutama yang dari Bandung dan Jakarta tidak bisa hadir, tetapi dari kota-kota lain akan datang membacakan puisi karyanya. Sastra Bulan Purnama edisi 75 ini  karena menampilkan cukup banyak penyair, mereka tidak tampil satu persatu secara bergantian, melainkan akan dibuat satu pertunjukan.

“Disiapkan satu skenario agar  semua bisa tampil dam tidak membuituhkan waktu yang cukup lama,” kata Ons Untoro.

Beberapa di antara penyair dari 33 perempuan penyair ini sudah ada yang beberapakali tampil membaca puisi di Sastra Bulan Purnama seperti Yuliani Kumudaswari (Sidoarjo), Ristia Herdiana (Jakarta) , Selsa, Nella Widodo (Temanggung), Zainal Ratu S, Wati Respati, Heti Palestina (Surabaya), Sus.Shardjono (Klatem), Yanto S. Sastro (Semarang) dan sejumlah nama lain dari Jakarta.

Masing-masing kelompok dari 33 penyair perempuan yang datang dari kota yang sama, akan membuat satu pertunjukan puisi. Misalnya, mereka yang datang dari Temanggung akan mengolah puisi menjadi pertunjukan, sehinga dalam Sastra Bulan Purnama masing-masing kelompok akan tampil bersama.

Musikalisasi puisi Christine Francisca featuring Bambang Paningron, musik aranger Bagus Masazupa (Sirkus Barock), string quarter. Kelompok dari Temanggung juga akan mengolah puisi menjadi satu pertunjukan.

“Dengan dibuat berdasarkan kelompok, semua akan mendapat waktu untuk tampil membacakan puisinya” ujar Ons Untoro (*)

Lihat Juga

Puisi Linus Suryadi AG

    BETLEHEM Di tumpukan jerami di kandang Sapi dan domba, kuldi dan unta Kudengar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *