Senin , 10 Desember 2018
Beranda » Sastra » Penyair Perempuan ‘Berbagi Zikir’
Ujug-Ujug Nusik

Penyair Perempuan ‘Berbagi Zikir’

Diskusi dan pembacaan puisi untuk mengenalkan antologi puisi penyair perempuan yang berjudul ‘Berbagi Zikir’ telah dilakukan ditempat berbeda. Diskusi diselenggarakan minggu pagi 9 Juli 2017 di ruang diskusi Balai Bahasa Yogyakarta, dan malamnya pembacaan puisi serta pentas lagu puisi di Taman Budaya Yogyakarta. Keduanya diselenggarakan Lembaga Seni dan Sastra ‘Reboeng’, sekaligus yang menerbitkan antologi puisi tersebut.

Para penyair perempuan yang puisinya tergabung dalam antologi puisi ‘Berbagi Zikir’, yang diterbitkan oleh Penerbit Reboeng, Minggu malam 9 Juli 2017 tampil membacakan puisi karyanya di Ruang Seminar Taman Budaya, jalan Sri Wedari 1, Yogyakarta. Tidak semua penyair datang membacakan puisi, beberapa di antaranya Rina Ratih, Fitri Merawati, Evi Idawati, Mutia Sukma dan beberapa penyair perempuan lainnya.

Selain pembacaan puisi, tampil juga kelompok musik yang menamakan dirinya ‘Ujug-Ujug Musik’, yang mengolah dua puisi karya Nana Ernawati, yang terkumpul dalam antologi puisi ‘Berkata Kaca’.

“Karena saya belum mendapat buku Berbagi Zikir, dan tidak memiliki satu puisipun yang termuat dalam buku antologi puisi itu, maka saya akan menggarap dua puisi karya Nana Ernawati yang ada di dalam buku ‘Berkata Kaca’” kata Ana Ratri, penyanyi dari Ujug-Ujug musik sebelum memulai mengalunkan lagu puisi.

Tidak semua pembaca puisi tampil dengan iringan musik, namun ada juga yang meminta ada musik yang mengiringi pembacaan puisi seperti Evi Idawati, yang membaca puisi sambil diiringi gesekan biola. Tetapi Rina Ratih, Fitri Merawati, Mutia Sukma membaca puisi tanpa iringan musik.

Antologi puisi “Berbagi Zikir” ini menampilkan 35 penyair perempuan yang berasal dari berbagai kota di Jawa dan luar Jawa, ada yang dari Aceh, Bandung, Jakarta, Yogyakarta dan kota-kota lainnya. Pada pembacaan puisi ‘Berbagi Zikir’ tidak semua penyair datang, dan hanya diwakili oleh beberapa penyair, terutama yang berasal dari Yogyakarta.

Setidaknya, empat penyair dari Yogya ikut tampil membacakan puisi karyanya. Keempat penyair itu ialah Rina Ratih, Fitri Merawati,  Mutia Sukma dan Evi Idawati.

Masing-masing penyair puisinya dimuat 5 puisi, dalam antologi puisi ‘Berbagi Zikir’ dan diterbitkan dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Fitri Merawati, tampil membacakan puisi karyanya dari 5 puisi yang ada, di antaranya berjudul ‘Sepenggal Sejarah’. Kita kutipkan puisi pendek karya Fitri Merawati tersebut:

 

Sepenggal Sejarah

Kubuka dongen ibu dalam ingatanku.
Kupahami tiap kisah yang mengantar resah
pada peradaban silam tentang moyang
yang sejatinya tak ingin semata dikenang.
Kau, aku, dan mereka yang senantiasa dikubur waktu
Akankah kita terus digali atau dobiarkan lapuk
atas nama persembunyian abadi?

2016

 

Nana Ernawati, selaku Ketua Lembaga Seni dan Sastra Reboeng, selaku penerbit, dalam buku antologi puisi ‘Berbagi Zikir’, yang menampilkan 35 penyair perempuan, diantaranya menuliskan” Ketika kemudian kita menghubungkan pean dan kedudukannya dalam dunia sastra, maka ternyata wanita pun sesungguhnya memiliki kemampuan untuk meyuarakan pikiran dan kata hatinya”. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *