Selasa , 21 November 2017
Beranda » Pariwisata » Diskusi Kebangsaan VI: Pariwisata Tak Lepas dari Kebangsaan
Dr. Ir. Djoko Wijono, M.Arch

Diskusi Kebangsaan VI: Pariwisata Tak Lepas dari Kebangsaan

Dr. Ir. Djoko Wijono, M.Arch
Kepala Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Pariwisata tidak akan pernah lepas dari Kebangsaan suatu negara. Demikian halnya dengan Indonesia. Dunia pariwisata sangat terkait dengan keberadaan bangsa yang menjadi penopang utama, disamping kekayaan alam suatu negara.

Pariwisata di Indonesia merupakan salah satu sektor ekonomi  yang penting. Kekayaan alam dan budaya merupakan komponen penting dalam pariwisata di Indonesia. Alam Indonesia memiliki kombinasi iklim tropis, 17.508 pulau yang 6.000 di antaranya tidak dihuni, serta garis pantai terpanjang ketiga di dunia setelah Kanada dan Uni Eropa. Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar dan berpenduduk terbanyak di dunia. Pantai-pantai di Bali, tempat menyelam di BunakenGunung Rinjani di Lombok, dan berbagai taman nasional di Sumatera merupakan contoh tujuan wisata alam di Indonesia.Tempat-tempat wisata itu didukung dengan warisan budaya yang kaya yang mencerminkan sejarah dan keberagaman etnis Indonesia yang dinamis dengan 719 bahasa daerah yang dituturkan di seluruh kepulauantersebut.

Candi Prambanan dan BorobudurTorajaYogyakartaMinangkabau, dan Bali merupakan contoh tujuan wisata budaya di Indonesia. Hingga 2010, terdapat 7 lokasi di Indonesia yang telah ditetapkan oleh UNESCO yang masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia. Sementara itu, empat wakil lain juga ditetapkan UNESCO dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia yaitu wayangkerisbatik danangklung.

 

Pariwisata dan Kebangsaan

Bangsa merupakan kelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri. Juga bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan kebudayaan dalam arti umum, dan menempati wilayaht ertentu di muka bumi.

Dalam  persatuan dan kebersamaan dalam berkehidupan berkebangsaan Indonesia, terdapat dua aspek yang perlu diketahui dalam menerapkan konsep wawasan kebangsaan. Yaitu aspek moral dan aspek intelektual. Kedua aspek tersebut sangat penting  dan harus kita miliki sebagai warganegara Indonesia.

Dalam hal ini, Wawasan Kebangsaan,  kebangsaan juga terdapat 3 hal penting dalam implementasinya. Pertama, adalah cara pandang yang dilandasi kesadaran diri sebagai warga dari suatu Negara akan diri serta lingkungannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kedua, wawasan kebangsaan menentukan cara bangsa mendayagunakan kondisi geografis Negara, sejarah, sosial budaya, ekonomi dan politik serta pertahanan keamanan dalam mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasional. Ketiga, wawasan kebangsaaan menentukan bangsa menempatkan diri dalam tata berhubungan dengan sesama bangsa dan dalam pergaulan dengan bangsa yang lainnya di dunia Internasional.

Wawasan kebangsaan dapat ditumbuhkan kepada setiap warga negara agar sama-sama memiliki rasa kebangsaan. Pertama, memberikan pengetahuan mendalam tentang wawasan kebangsaan ( rasa  nasionalisme ). Indonesia sebagai negara yang diikat oleh kesamaan fisik (seperti budaya, agama, dan bahasa) atau non-fisik (seperti keinginan, cita-cita dan tujuan). Hal ini berkaitan dengan usaha warga negara untuk bersatu. Kedua, ikut berperan dalam pembangunan yang sedang dilaksanakan. Dengan wawasan kebangsaan ini, bertujuan demi tercapainya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera sesuai dengan cita-cita Pancasila dan UUD 1945. Ketiga, berperan dalam menentukan bagaimana bangsa Indonesia menempatkan dirinya dalam tata cara berinteraksi dengan sesama bangsanya serta dalam pergaulan dengan bangsa-bangsa lain di dunia internasional. Hubungan interaksi yang baik akan menumbuhkan rasa persaudaraan dan solidaritas sehingga setiap permasalahan dapat dipecahkan dengan asas kekeluargaan demi mencapai perdamaian.

Tentu saja, Nilai Dasar Wawasan Kebangsaan perlu pula diejawantahkan dalam kehidupan, yaitu penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaanTuhan Yang Maha Esa, Cinta atas tanah air dan bangsa, demokrasi atau kedaulatan rakyat, tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, merdeka, dan bersatu, masyarakat adil-makmur dan kesetiakawanan sosial.

Oleh karena itulah, dibutuhkan pendekatan dasar pembangunan pariwisata di Indonesia. Agar wawasan kebangsaan juga menjadi bagian penting dalam meneguhkan Indonesia sebagai sebuah negara bangsa. Pembangunan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism development) adalah salah satu kebutuhan yang mendasar.

Pariwisata yang berkelanjutan senantiasa memperhitungkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan saat ini dan masa depan, memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan, dan masyarakat sekitarnya. Sehingga Pariwisata tidak saja sebagai sebuah industri yang mempunyai dampak (impact) pada sektor-sektor pendukung lainnya, namun juga mengusung nilai-nilai kebangsaan.

Nilai-nilai kebangsaan itu hendaknya bersifatsesuatu yang dapatdipertahankan(Bearable), hal yang pantas, patut, dan wajar disajikan dalam setiap kesempatan(Equitable) serta feasible, memungkinkanditerapkan dalam kekinian dan masa depan (Viable).

Oleh karenanya, pariwisata dan kebangsaan memang tak bisa dipisahkan. Keduanya saling menguatkan untuk seiring sejalan membangun bangsa dan memperoleh value dan benefit bagi kesejahteraan rakyat. (HIJ)

Lihat Juga

Pelayanan dan Menu Masakan Diutamakan Hotel Cakra Kusuma

Advertorial SELAIN pelayanan kepada tamu yang ramah dan santun, masalah menu masakan yang menarik dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *