Beranda » Seni & Budaya » Pandu Siap Berperang

Pandu Siap Berperang

Di ruangan Dhritarashtra kembali Sengkun menghasut Dhritarashtra agar semakin membenci Pandu. Dhritarashtra pun melarang Gandari menyambut Kunti. Namun sesuai tradisi Gandari tetap muncul saat acara penyambutan Kunti sebagai keluarga baru di Hastinapura.

Gandari kemudian mendoakan Kunti. Pandu lalu menanyakan kepada Widura dimana Dhritarashtra. Semua orang pun menjadi terdiam. Lalu upacara penyambutan terus dilaksanakan. Saat Kunti berdua dengan Gandari, ia ingin bertemu dengan Dhritarashtra dan ingin mendapat doanya.

Pandu sendiri kemudian menemui Dhritarashtra di ruangannya bersama Widura. Pandu kemudian memberi salam kepada Dhritarashtra, ia lalu memintanya untuk memberikan doa kepadanya dan Kunti. Sengkuni pun mulai ikut campur dan mengatakan Dhritarashtra akan memberi berkat besok pagi.

Adegan berubah ke rumah Karna. Adirata bilang kasta bawah seperti mereka tidak akan menjadi seorang kesatria. Adirata melarang Karna agar tidak menampilkan keahliannya ke umum karena itu bisa mengakibatkan bahaya pada semua kerabatnya. Karena mereka hanyalah dari kasta Sudra, hanya seorang kusir bukan prajurit. Karna kemudian membuang senjatanya ke sungai.

Kemudian saat malam hari Kunti berdua di kamar bersama Pandu. Kunti mau bilang jujur tentang Karna namun tiba-tiba ada suara tabuhan yang menandakan situasi genting. Maka Pandu segera keluar kamar menuju ruang pertemuan di istana.

Ternyata Hastinapura akan menghadapi pertempuran karena ancaman kerajaan lain. Ibu suri melarang karena Pandu baru saja menikah. Namun Pandu tetap ingin pergi berperang. Dhritarashtra yang juga hadir pun bilang bahwa saat ini adalah saatnya Pandu membuktikan sebagai raja.

Pandu pun kemudian bilang ke Kunti bahwa ia harus memimpin perang itu. Untunglah Kunti mendukung penuh keputusan Pandu. Padahal ini adalah malam pertama pernikahan mereka namun Pandu harus pergi berperang. Kunti lalu mendoakan Pandu. (Eno Suhardi/Bambang Udoyono)

Lihat Juga

Di Bawah Bulan Purnama Mengenang Yang Tiada

Kita mengenal sejumlah sastrawan, yang tinggal di Yogya, atau berasal dari Yogyakarta, tetapi tinggal di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *