Selasa , 21 November 2017
Beranda » Pertanian » Memimpikan Desa Mandiri di Bumi Agraris

Memimpikan Desa Mandiri di Bumi Agraris

Maraknya desa wisata di Yogyakarta menginspirasi sesuatu yang lain. Negeri ini negeri agraris, namun kalau diteliti belum ada satu desapun yang mampu mandiri dalam kehidupan sehari harinya. Kelihatannya desa desa yang ada selalu tergantung dari luar, entah listriknya entah, bahan bakar entah pupuknya dll.

Yang sangat diimpikan adanya desa yang mandiri. Artinya desa tersebut tidak tergantung dari luar, dari sisi apa saja. Misalnya di desa itu bisa dibangun sebuah dusun pertanian yang mandiri. Artinya di dusun itu ada lahan pertanian yang dipadukan dengan perikanan, peternakan dan perkebunan. Dari ternak yang dibudidayakan di situ bisa dimanfaatkan daging. Semisal sapi, juga kotorannya untuk pupuk dan juga untuk digunakan sebagai biogas sehingga bisa dimanfaatkan rumah rumah yang ada di desa itu. Ternak yang diusahakan bisa sapi bisa kambing, bisa ayam, tentu hal ini membuat sebuah perencanaan yang terpadu antara peternakan, pertanian, perkebunan dan pemanfaatan limbah yang ada.

Namun dengan niat yang baik saya kira bisa diwujudkan apa yang kita impikan bersama menjadikan sebuah desa yang mandiri dengan pertanian terpadunya. Apalagi pertanian di wilayah pantai bisa didukung dengan angin dan perikanannya kira kira pertanian terpadu ini bisa menyejahterakan masyarakat. Karena angin bisa digunakan untuk menggerakkan turbin angin untuk mengaliri listrik. Kalau tidak ada ya dengan tenaga air yang banyak di desa desa yang mempunyak sungai yang dalam. Toh dengan sebuah rekayasa teknologi bisa dibuat sebuah generator listrik yang permanen. Kalau tidak ya menggunakan agas alam yang dihasilkan dari kotoran sapi atau kerbau. Selain untuk masak juga bisa untuk penerangan.

Yang menjadi masalah adalah sinerji yang harus dilakukan antar departemen. Hal ini yang agak rumit karena masing masing departemen itu mempunyai kebijakan sendiri sendiri. Belum bisa dipadukan meski ada menteri koordinator. Padahal bukan sebuah impian yang tak berdasar untuk bisa membangun sebuah desa yang mandiri kalau ada niat baik menyejahterakan masyarakat. Dan saya kira bisa diwujudkan berbagai pengadaan pangan yang direnancakan sehingga tidak bakal kekurangan di wilayah tertentu karena masing masing daerah mempunyai keunggulan tertentu.

Oleh karena itulah pemerintah tentu mempunyai pandangan yang cerdas untuk hal ini terutama dari Bapenasnya tentang rencana rancangan nasional pengadaan pangan di wilayah wilayah tertentu. Karena msing masing daerah mempunyai potensi yang beragam. Masak lebih dari 70 tahun bangsa ini menjadi negeri agraris tetapi belum ada desa mandiri di negeri ini sungguh sebuah situasi yang kurang menguntungkan. Saya yakin andai ada orang –orang di bidang pertanian, peternakan, kelautan, teknologi mau terbuka dan bekerjasama dengan berbagai ahli di bidang yang menguntungkan bagi terjadinya sebuah desa mandiri, saya kira impian tersebut bisa terwujud. Oleh karena itu manajemen makro pertanian di Indonesia perlu juga diikuti manajemen mikro per daerah yang bisa diwujudkan untuk bisa menjadikan sebuah desa yang mandiri dan merupakan sinerji dari berbagai  bidang keilmuan yang tentu bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Berapa alumni pertanian , peternakan , teknologi, perikanan dll yang ada di bumi Indonesia. Kalau mereka mau terjun ke dunianya tentu merupakan sebuah kekuatan dan potensi yang luar biasa. Masalahnya adalah pada sang konduktor yang ada di pemerintahan, bisa tidak menggerakkan para lulusan perikanan, pertanian, perkebunan, peternakan dan teknologi tepat guna untuk bisa membantu menyejahterakan bangsa yang sudah tertindas lebih dari empat ratus tahun ini.

Diperlukan jiwa jiwa kepemimpinan yang benar benar memikirkan kepentingan rakyat di desa desa agar desanya semakin sejahtera. Mulai dari desa inilah bisa dikembangkan kota mandiri, bahkan propinsi mandiri yang berujung pada kesejahteraan masyarakat di Indonesia.

Saya yakin karena potensi masing masing desa, masing  masing kota, masing masing propinsi berbeda bisa jadi saling mendukung dan membantu dalam pengadaan sumber daya manusia, sumber alam dan lain sebagainya, sehingga bangsa ini tidak kekurangan di bidang apa saja lantaran pemimpin pemimpinnya tidak sekadar bermimpi tetapi berupaya mewujudkan impian secara nyata, demi kepentingan orang banyak. (Sugeng WA)

*) Penulis mantan wartawan kini jadi produser televisi

Lihat Juga

Diskusi Kebangsaan I : Negara Ini Memerlukan Kedaulatan Pangan

BANTUL, WARTA KEBANGSAAN – Negara dan bangsa ini memerlukan kedaulatan pangan, dan bukan hanya sebatas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *