Beranda » Humaniora » Lelaku Dua Orang Perupa
Borobudur karya Supriadi (foto: Ons)

Lelaku Dua Orang Perupa

Dua orang perupa, Supriadi dan Anwar M, melakukan pameran tunggal bersama. Keduanya, memajang karyanya di ruang pamer Taman Budaya Yogyakarta, dan sudah berakhir 24 Januari 2017. Pamerannya sendiri berlangsug selama 10 hari, terhitung sejak 14 Januari 2017 di Taman Budaya, jl. Sriwedari 1, Yogyakarta.

Keduanya menyajikan tajuk ‘Lelaku’. Semua karyanya dalam ukuran besar, sehingga dinding Taman Budaya, dipajang satu karya saja, sudah kehabisan tempat. Lukisan berjudul Borobudur misalnya, karya Spriadi berukuran 2,5 m x 8 m. Satu lukisan besar ini sudah menyatu satu ruang dinding Taman Budaya.

Dalam karya Borobudur, Supriadi, dan biasa ditulis Spriadi, menyajikan visual Borobudur secara lanskapstik, artinya dihadirkan secara penuh dengan berbagai kisah disekitarnya. Bahkan langitnyapun penuh warna, sementara candinya ditampilkan warna hitam. Tampaknya, Supriadi sedang berdialog dengan satu jenis keyakinan, dia mencoba menyelami proses upacara keagamaan yang sedang berlangsung.

Kisah dalam Borobudur pada karya Supriadi bukan hendak menyentuh spiritualitas, tetapi lebih memotret realitas, yang dimengerti secara turistik. Jadi, Borobudur, merupakan kisah cerita dari seorang turis yang dituturkan secara artistik,.

Yang terlindungi karya Supriadi. (foto: Ons)

 

Lain kali dengan karya yang berjudul ‘Yang Terlindungi’ satu perpaduan karya seni rupa dengan lingkungan hidup, seolah hendak meniru kebon binatang. Karena, dalam karya rupa ini, karya-karya Supriadi menyatu dengan tanaman. Tampaknya, Supriadi gelisah akan punahnya sejumlah jenis binatang, dan melalui karya seni rupa dia berbisik kepada khalayak, agar bersama melindungi flora dan fauna.

Lain lagi dengan karya Anwar, yang lebih memadukan garis dan warna. Nuansa dekoratif tampak, meski tidak kental. Karyanya terasa menarik, justru karena tampak main-main. Dari karyanya kita bisa mencium imajinasinya yang liar, dan orang akan segera tertegun melihat karyanya.

Pohon Besar karya Anwar. (foto: Ons)

 

Seperti halnya Supriadi, karya Anwar juga dalam ukuran besar, misalnya karya yang berjudul ‘Pohon Besar’ dibuat di atas kanvas dalam ukuran 280 x 380 m. Mungkin melalui karya ini, Anwar ingin menyampaikan pengalaman batinya, yang pernah (atau sering) bersentuhan dengan pohon besar.

Di atas pohon besar ini, tumbuh manusia dan tinggal di sana. Tentu, Anwar bukan ingin mengatakan, bahwa banyak manusia tinggal di atas pohon. Tetapi saya kira, dia ingin menyampaikan pesan, bahwa manusia memiliki ketergantungan terhadap pohon.

Melasti karya Anwar. (foto: Ons)

 

Satu judul lain, ‘Melasti’ karya Anwar. Mencoba menyajikan satu kiisah upacara keagamaan di Bali. Dalam karyanya, secara teknik Anwar bermain-main dengan garis dan warna, sehingga membetuk konstruksi manusia yang lucu. Tentu,, Anwar sedang tidak bergurau perihal peristiwa melasti itu, tetapi posisi Anwar, kiranya sebagai seorang turis yang sedang mengabadikan obyek, yang mungkin menarik bagi seorang turis.

Lelaku dari dua orang perupa ini, tidak menyajikan dialog antara keduanya. Melainkan masing-masing tampil sendiri di ruang yang sama. Sesungguhnya keduanya terpisah, meski dalam satu tempat, dan Lelaku dari dua lelaki yang kebetulan keduanya perupa, masing-masing menawarkan kisahnya sendiri.

Maka, ketika orang memasuki ruang pamer yang memajang karya dua lelaki yang sedang lelaku, kita tidak akan mendengar dialog dari keduanya, tetapi kita melihat keduanya sedang lelaku, atau nglakoni kalau dalam bahasa Jawa. Lelaku seorang pelukis adalah menyajikan karya dalam bentuk pameran, untuk menunjukan bahwa dirinya masih terus berkarya, dan lelaku keduanya mudah-mudahan tidak berhenti setelah pameran selesai. Tetapi, lelaku akan (di) terus (kan) sampai kemampuan dirinya habis.

Lihat Juga

Misteri Sumur Tiban di Makam Ronggowarsito Peziarahnya dari Pengangguran Sampai Caleg

KOMPLEK makam pujangga Jawa kenamaan, Raden Ngabehi Ronggowarsito, yang berada di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *