Jumat , 19 Oktober 2018
Beranda » Sastra » Landung Simatupang Tampil di Tembi Rumah Budaya
Landung Simatupang (ft. Ist)

Landung Simatupang Tampil di Tembi Rumah Budaya

Landung Simatupang, aktor handal dari Yogyakarta, sudah berulangkali tampil membaca puisi di Tembi Rumah Budaya, tidak hanya pada acara Sastra Bulan Purnama, tetapi pada acara sastra yang lain, dan melibatkan para aktor lainnya seperti Butet Kartaredjasa, Gantong Hariono Seloali dan nama-nama lain.

Tapi, pada penampilan kali ini, Landung Simatupang tampil membaca puisi karya Jane Ardaneshwari dalam antologi puisi berjudul ‘Tarian Hujan’ dan dilaunching di Sastra Bulan Purnama edisi 65, Jumat 10 Februari 2017 lalu. Penampian Landung ini, sudah untuk kesekian kali tampil di Sastra Bulan Purnama, dan selalu memikat. Itulah Landung.

“Ons, puisi Jane Arddaneswari ini menarik, kalau bisa ditampilkan di Sastra Bulan Purnama” Landung mengirim pesan sekitar awal Desember 2016.

Tapi karena jadwal Sastra Bulan Purnama 2017 sudah terisi sampai bulan April, sehingga baru bisa dijadwalkan bulan Mei 2017, Landung dan Jane tidak keberatan pada jadwal itu. Namun karena ada perubahan jadwal dikarenakan yang rencana mengisi bulan Februari 2017 tidak siap, maka jadwal Jane diajukan.bulan Februari 2017.

Selain membaca sendiri, Landung Simatupang juga membaca secara bergantian dengan Jane Ardaneshwari. Selain membaca puisi yang ditulis dalam bahasa Indonesia, juga puisi pada judul yang sama tetapi sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris.

“Kalau saya membaca puisi Jane yang ditulis dalam dua bahasa, sepertinya puisi dalam bahasa Inggris bukan terjemahan dari puisi bahasa Indonesia, melainkan puisi yang ditulis sendiri dengan menggunakan bahasa Inggris,” kata Landung mengomentari puisi Jane Ardaneshwari.

Setiap tampil. Landung selalu dengan kostum keseharian, ia tidak mempersiapkan kostum khusus. Acapkali dia mengenakan t’shirt, terkadang mengenakan topi. Namun yang sering dilakukan, dia tampil seperti biasa, mengenakan kemeja atau t’shirt dan tampil dengan sungguh-sungguh, dan selalu menawan.

Simak juga:  Puisi dan Fotografi Di Tembi

Yang menarik, Landung tidak terlalu memilih tampil bersama dengan siapa. Bareng dengan siapapun dia terbuka, lebih-lebih pada anak muda, dia tidak menolak,  bahkan seringkali memberi masukan pada para penampil yang lebih muda, dan penghayatan puisinya kurang kuat. Dia menjelaskan bagaimana menafsirkan puisi yang sedang dibacanya.

Tentu, sikap Landung seperti itu membuat anak-anak muda yang sedang memulai membaca puisi merasa diperhatikan dan disupport sehingga menjadi tambah semangat. Pada Sastra Bulan Purnama 65, yang diisi dengan puisi ‘Tarian Hujan’, sehari sebelumnya para pembaca, termasuk pemain musiknya diajak ‘belajar’ bersama Landung di museum Tembi Rumah Budaya.

Sebut saja, dalam latihan bersama itu, Landung meminta masing-masing membacakan puisi yang sudah dipilih untuk dibacakan, dan kemudian dia akan memperbaiki bagaimana membaca puisi sehingga puisi menjadi enak untuk didengar.

Pelajaran membaca puisi sekitar dua jam dari Landung, memberi manfaat bagi para pembaca puisi di Sastra Bulan Purnama. Para pembaca semakin tumbuh kepercayaannya sehingga merasa yakin untuk membaca puisi.

Landung Simatupang, salah satu dari sejumlah aktor teater di Yogya, yang masih memperhatikan anak-anak muda yang bergelut seni peran, termasuk dalam hal membaca puisi. (*)

Lihat Juga

Foto dan Puisi: Dua Karya Seni Dalam Satu Antologi Puisi

Antologi puisi yang diberi judul ‘Kepundan Kasih’, bukan hanya berisi puisi, tetapi juga berisi karya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.