Selasa , 22 Agustus 2017
Beranda » Sastra » Lagu Puisi, Jalan Hidup Untung Basuki Di Tembi

Lagu Puisi, Jalan Hidup Untung Basuki Di Tembi

Sastra Bulan Purnama edisi 67, yang akan diselenggarakan Selasa, 11 April 2017, pkl. 19.30 di Tembi Rumah Budaya, menghadirkan tajuk ‘Lagu Puisi, Jalan Hidup Untung Basuki’. Karena dalam acara ini selain mengolah ulang lagu-lagu puisi karya Untung Basuki, yang akan digarap oleh anak-anak muda, juga akan diisi peluncurukan buku kesaksian mengenai Untung Basuki, yang ditulis oleh sahabat-sahabatnya dan diberi judul ‘Jalan Hidup Untung Basuki: Lagu Puisi dan Teater.

Kelompok musik puisi yang akan tampil mengolah puisi ialah Dodi Precil Cs, yang sudah cukup lama menemani Untung Basuki pentas lagu puisi, dan kali ini dia akan menggarap tiga lagu puisi masing-masing berjudul ‘Merayap Waktu’, “Hutan Pinus’ dan ‘Bunga-Bunga’. Sedang Giwang Topo dkk akan meracik ulang dua lagu puisi Untung Basuki berjudul ‘Berpeganglah’ dan “Mahakam’.

Satu kelompok lagi, yang menyebut sebagai EX Sabu, karena personilnya pernah ikut main dalam kelompok Sabu pimpinan Untung Basuki, akan ikut menggarap lagu puisi karya Untung Basuki. Persobil EX Sabu ialah Ana Ratri, Yoyok, Royke B.Koapaha dan Frans. Mereka akan menggarap dua lagu, tetapi judulnya tidak disebutkan, karena ingin membuat suprise.

Tidak ketinggalan, Untung Basuki, akan ikut tampil sebagai closing acara, dan akan menampilkan dua tiga lagu karyanya, di antaranya berjudul ‘Lepas-Lepas’, ‘Gadis Manisku’ dan satu judul lagu yang lain.

Selain itu, seorang anggota Bengkel Taeter, yang sekarang tinggal di Kalimantan Timur, Safril Teha Noer namanya, akan memberikan testimoni  menyangkut persahabatannya dengan Untung Basuki. Safril juga menulis dalam buku mengenai Untung yang diberi judul ‘Jalan Hidup Untung Basuki’.

Sejumlah seniman, baik seniman teater, penyair dan tetangga Untung Basuki memberikan kesaksian mengenai Untung Basuki dalam buku tersebut.  Usia para penulis berbeda-beda, ada yang lebih tua dari Untung Basuki, dan kebanyakan lebih muda, bahkan pernah menjadi muridnya dibidang teater.

Ons Untoro selaku editor buku ‘Jalan Hidup Untung Basuki’ dan sekaligus koordinator Sastra Bulan Purnama mengatakan, nama Untung Basuki cukup dikenal dikalangan seniman, bukan hanya di Yogya, tapi di kota-kota lain di Indonesia. Nama ini tak bisa dilepaskan dari dunia teater dan lagu puisi. Kapan menyebut area teater, lebih-lebih menunjuk Bengkel Teaternya Rendra, nama Untung Basuki tak bisa dilupakan.

“Karena memang Untung Basuki anggota Bengkel Teater, dan menyebut musikalisasi puisi, lebih khusus lagi lagu puisi, nama Untung Basuki segera muncul. Karena Untung Basuki memang begulat dengan lagu puisi sampai hari ini” ujar Ons Untoro

Lagu-lagu puisi yang dinyanyikan Untung Basuki, selain puisi karya Untung Basuki, ia juga menggarap puisi karya penyair lain seperti puisi karya Linus Suryadi AG., Emha Aiunun Najib, Rendra, LK. Ara dan sejumlah nama penyair lain. Untung juga pernah menggarap lagu puisi yang dipadukan dengan drama, yang dia sebut sebagai drama dan lagu berjudul ‘Di Luar Rumah’ karya Untung Basuki, dan pernah dipentaskan tahun 1976, satu jenis pertunjukan yang, ketika itu termasuk unik. (*) (Kang Tius)

Lihat Juga

Perempuan Pantai

(3) Cerber  Miyarti bergegas ke kamarmya. Kemudian melangkah santai ke kamar mandi. Ketika sampai di depan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *