Rabu , 21 November 2018
Beranda » Peristiwa » Diskusi Kebangsaan IX: Kearifan Lokal
Panitia Diskusi Kebangsaan IX "Kebangsaan dalam Religi dan Budaya" Ruang Koendjono Gedung Pusat lantai 4 Kampus II Mrican Universitas Sanata Dharma 24/10/17 (ft. Ist)

Diskusi Kebangsaan IX: Kearifan Lokal

TIDAK sedikit para pengamat politik asing merasa heran mengapa Negara Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa lokal dan pemeluk agama yang berbeda-beda ternyata masih tetap eksis sebagai sebuah Negara kesatuan? Atau kalau dibuat sebuah pertanyaan yang bernada ekstrim bisa berbunyi: Kapan Negara Indonesia akan pecah berkeping-keping mengingat potensi untuk pecah itu sangat besar? Mengingat kondisi geografis dan sosiologisnya dinilai berpotensi menjadikan Indonesia bubar.

Berangkat dari analisis para pengamat sebagaimana diuraikan di atas sebenarnya dapat kita jadikan cermin untuk melihat diri kita sendiri sebagai bangsa yang besar. Jangan sampai apa yang dikhawatirkan para pengamat politik itu benar-benar menjadi sebuah kenyataan. Kita harus terus menerus dengan tiada henti-hentinya secara turun menurun mengingatkan bahwa negara bangsa ini dibangun di atas berbagai keragaman dalam segala hal. Keberagaman ini sudah merupakan rakhmat yang diberikan Tuhan. Seyogyanya kita bersyukur atas karunia itu. Dan kewajiban bangsa ini untuk menjaganya.

Betapa kaya dan bermacam-macam budaya yang hidup di tengah-tengah masyarakat yang pluralis ini. Sebagai suatu kearifan lokal sudah  sewajarnya kita hormati dan pelihara jangan sampai tergerus oleh perkembangan jaman. Karena pada kearifan lokal ini terpendam kekuatan yang kemudian menjadi fondasi untuk menjadi Indonesia.

Simak juga:  Diskusi Kebangsaan IX: Perlu Paradigma Baru untuk Artikan Kebangsaan

Lebih jauh bagaimana kearifan lokal ini ikut berperan dalam konteks berbangsa dan bernegara, selanjutnya dibahas dalam diskusi kebangsaan  atas kerjasama Paguyuban Wartawan Sepuh Yogyakarta (PWSY)  bermitra dengan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Thema diskusi kebangsaan yang ke-IX  dari PWSY ini adalah: “Kebangsaan Dalam Religi dan Budaya”. Menampilkan para pakar di bidangnya yaitu Dr Muh Damami (Dosen UIN Sunan Kalijaga dan Anggota Dewan Kebudayaan DIY), Prof Dr Suwardi Endarswara (Dosen UNY dan Ketua Ikatan Sastrawan Indonesia), Dr Anton Haryono MHum (Dosen USD pakar sejarahwan) dan Dr Purwanta MA (Dosen USD pakar Sejarahwan).

Yang membanggakan dari setiap diskusi kebangsaan PWSY ini adalah berusaha melibatkan elemen mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di DIY. Tentu dimaksudkan untuk memberi wawasan yang lebih luas bagi calon-calon pemimpin masa depan ini. Dari respon yang disampaikan beberapa mahasiswa yang mengikuti diskusi ini menyatakan antusiasnya. Banyak hal dari para mahasiswa tersebut diperoleh selama diskusi. Menjadi tambahan ilmu diluar perkuliahan rutin yang mereka ikuti. Semoga demikian adanya. *** (Oka Kusumayudha)

Lihat Juga

Diskusi Kebangsaan IX: Dialog

Totok Sudarwoto Ketua LKMI: Kearifan Lokal Perlu Diperkokoh Nama saya Totok Sudarwoto Lembaga Kebudayaan Nasional …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.