Minggu , 16 Desember 2018
Beranda » Seni & Budaya » Isteri Resi Kindama Terkena Panah Pandu

Isteri Resi Kindama Terkena Panah Pandu

Dimulai ketika Gandari mendatangi Dhritarashtra. Tiba-tiba Dhritarashtra bilang agar Gandari mendengarkan Dhritarashtra bicara. Ternyata Dhritarashtra mulai sadar bahwa ia sangat menyanyangi Pandu. Ia juga bilang bahwa ia sudah tidak berlaku adil pada Gandari. Dhritarashtra pun menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada Gandari. Mereka kemudian berpelukan. Dhritarashtra kemudian bilang jika ia ingin memiliki anak dari Gandari.

Adegan kemudian berubah ke hutan dimana Pandu beserta kedua istri dan rombongan berlibur. Madri kemudian melihat rusa, ia lalu meminta pandu untuk menangkapnya dan memberikan kulitnya agar bisa dijadikan pakaian hangat untuknya.

Kunti melarangnya karena rusa itu tidak berdosa. Namun Madri tetap kekeh ingin rusa itu. Malah Madri bilang bahwa ia tidak mau jabatan ratu namun ia hanya mau rusa itu. Kata-kata Madri membuat Pandu agak marah dan memarahi Madri dengan halus. Namun pada akhirnya Pandu memenuhi keinginan Madri.

Lalu Pandu mengejar rusa itu. Saat Pandu tidak ada Kunti kembali bilang bahwa membunuh binatang tanpa alasan adalah tindakan salah. Namun Madri malah menyindir Kunti bahwa para kesatria sudah biasa membunuh binatang. Madri kemudian bilang kalau Kunti berasal dari Suku Yadawa yakni suku pengembara bukan kesatria. Kunti pun hanya bisa terdiam.

Simak juga:  Kunti dan Bayi Bhima

Sementara Pandu mengejar rusa itu. Kemudian ia berhasil memanahnya. Namun betapa kagetnya Pandu setelah anak panahnya mengenai rusa itu. Terdengar suara lelaki.. “Oh tidak… tidak!”. Ternyata rusa betina tadi adalah penjelmaan resi Kindama.

Pandu pun meminta maaf karena sudah melakukan kesalahan besar. Resi Kindama kemudian mengutuk Pandu karena istrinya meninggal. Ia berkata, karena kau sudah mengganggu keintiman seorang pria dengan wanita, maka aku mengutukmu, JIKA KAU MELAKUKAN KEINTIMAN DENGAN ISTRIMU MAKA KAU AKAN MATI.

Pandu pun tidak bisa berbuat apa-apa. Meski ia Olimpiade sudah minta maaf namun resi Kindama sudah terlanjur mengutuknya. Kutukan seorang resi akan terjadi dan tidak bisa ditarik kembali. (Eno Suhardi/Bambang Udoyono)

Lihat Juga

Bhima Diracuni oleh Sengkuni

Setelah kehadiran Guru Drona kala para pangeran bermain bola tangan. Arjuna paling kagum terhadap Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *