Selasa , 21 November 2017
Beranda » Pariwisata » Diskusi Kebangsaan VI: Ideologi Landasan Pengembangan Kepariwisataan
Drs HM Idham Samawi

Diskusi Kebangsaan VI: Ideologi Landasan Pengembangan Kepariwisataan

Oleh: Drs HM Idham Samawi

Ideologi Bangsa yakni Pancasila harus diaktualisasi dan dihidupi dalam dunia kepariwiswataan dan di dalam kehidupan sehari hari . “Tidak bisalah dunia keparisiwisataan Indonesia meninggalkan Pancasila hanya demi mengejar rupiah”. Demikian paparan Drs H Idham Samawi dalam Diskusi Kebangsaan ke enam bertemakan Kebangsaan dalam Dunia Pariwisata di sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Ambarukmo –STIPRAM Yogyakarta. Selasa 17 Juli 2017. Menyiratkan hal itu Drs HM Idiham Samawi mengibaratkan bahwa dalam upaya menata Pariwisata harus dipersiapkan ciri khas baik kebudayaan, makanan khas daerah tertentu yang perlu disajikan bukannya makanan dan kebudayaan asing.

Dalam arus Globalisasi yang mengedepankan materialisme duniawi yang penuh pesona dan ilmu pengetahuan yang sedemikian dahsyat. pariwisata menjadi sangat penting dalam upaya membangun nasionalisme kebangsaan. Hal itu jauh jauh sudah disadari oleh Bapa Bangsa di negeri ini.

Para bangsa bangsa menyadari bahwa manusia Indonesia tidak cukup hanya pandai secara intelektual saja, tetapi juga mempunyai hati dan mempunyai sikap batin yang baik dan mempunyai ketahanan dalam beradaptasi dengan situasi yang menantang.

Didalam tantangan dan lajunya Pariwisata dunia di  jaman ini dengan banyaknya keluarga yang rapuh lantaran ditinggal ibu rumah tangga berkarir, dan di tengah permasalahan masyarakat yang terbebani  serta  tidak adanya teladan yang baik di tengah masyarakat karena perilaku yang hedonis dan konsumerisme.

Dalam membentuk jiwa bangsa pertama tama mengajarkan bahwa kita ini orang Indonesia haruslah menjadi orang Indonesia. Jangan jadi imitasi orang asing,. Kita tidak perlu ikut ikutan menganut paham individualisme, tidak cocok dengan kepribadian kita sendiri. Jangan pula turut berpikir materialisme, itu bukan kebudayaan kita,. Jangan pula ikut aliran intelektualisme, itu tidak membahagiakan. Dan kita seyogyanya membiasakan diri hidup sederhana, itu membuat kita tahan uji.

Dalam upaya ini siapa yang bertanggungjawab dalam mengaktualisasi  ideologi bangsa ini, ya masyarakat semua terutama para pemagang stick holder bangsa. Mengutip omongan dengan pemimpin Cina tentang ideologi Cina yang komunis itu, mereka mengaktualisasi pahamnya 25 tahun sekali, dan dilakukan oleh Partai. Demikian pula Anggota DPR MPR RI ini berharap Ideologi bangsa diaktualisasi paling tidak 20 tahun sekali oleh partai.

Di dalam melaksanakan aktualisasi ideologi dalam nafas kebangsaan Drs H Idham Samawi mengisyaratkan adanya pertimbangan untuk menyelaraskan dengan kebudayaan setempat.. Karena amanat UU Dasar 1945 mengatakan bahwa di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.

Oleh karena itu kalau yang bersifat kedaerahan ya harus disesuaikan, tetapi kalau bersifat negara ya harus tegas.

Drs H Idham Samawi juga menyinggung masalah luasnya negeri Ini. Kalau orang mau pergi ke Jakarta ke Tokyo melewati 4 negara dalam waktu 7 jam. Lha kalau dari Sabang sampai Meruke berapa jam kita perlutkan hanya melewati satu negara . hal ini menjadi perhitungan serius bagi para pengambil kebijakan di bidang perhubungan. Karena keluasan inilah juga diperlukan pertahanan yang kuat entah armada lautnya seperti jaman Sriwijaya dan Majapahit atau armada angkasanya. Untuk hal ini harus ada perhitungan yang serius.

Menyinggung fungsi MPR –RI Anggota DPR-RI ini berharap MPR Dijadikan lembaga tertinggi negara yang mengurusi masalah konstitusi dan mengawalnya . Karena Mantan Bupati Bantul ini meragukan 9 Komisi Yudisial yang dibentuk. Karena dulu konstitusi itu dibentuk oleh para ahli yang beraneka ragam keahliannya. Disamping itu Pak Idham, demikian panggilan akrabnya, juga ingin agar MPR membuat haluan negara untuk bisa menjadi arah kehidupan berbangsa dan bertanah air.

Menyinggung nasionalisme  Pak Idham menegaskan bahwa nasionalisme Indonesia sejak awal sudah digadang disandingkan dengan internasionalisme. Persaudaraan dalam Kebangsaan. Oleh karena itulah nasionalisme harus dihidupi di dalam kehidupan sehari hari dengan mencintai produk, makanan dan apa apa yang diciptakan anak bangsa sendiri. Oleh karena itulah membangun nasionalisme harus dengan sadar  menghidupinya demi kecintaan akan bangsa negara dan tanah air. Hal ini dikatakan juga berkaitan dengan makanan, pakaian, cara bicara, adat istiadat dan hal hal kecil yang harus dibiasakan dalam hidup sehari hari. Nasionalisme harus mengejawantahkan kelima ungkapan yang termaktub dalam Pancasila. Bahwa manusia Indonesia harus mampu menghidupi Ketuhanannya dalam hidup sehari hari, termasuk berperilaku  yang baik sempurna seperti apa yang diyakininya. Yang kedua mampu menjaga kemanusiaan. Artinya menolong yang berkekurangan yang terpinggirkan dan tersingkir. Yang Ketiga menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Yang keempat mempunyai sikap kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Dan yang kelima berfkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (ASW)

Lihat Juga

Pelayanan dan Menu Masakan Diutamakan Hotel Cakra Kusuma

Advertorial SELAIN pelayanan kepada tamu yang ramah dan santun, masalah menu masakan yang menarik dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *