Senin , 10 Desember 2018
Beranda » Seni & Budaya » Gandari di Kuil Siwa

Gandari di Kuil Siwa

Dimulai ketika Pandu melepaskan mahkotanya dan diberikan ke Dhritarashtra. Ia juga melepaskan semua perhiasan di tubuhnya. Madri dan Kunti juga Madri juga melakukan hal yang sama. Setelah itu berbekal busur Pandu, Kunti, dan Madri berangkat ke hutan.

Setelah meminta restu semua kerabat istana maka Pandu bersama kedua istrinya berjalan keluar istana. Semua orang menangis melihat Pandu meninggalkan istana.

Waktu pun berlangsung cepat. Dhritarashtra bersama ibunya cemas karena Gandari tidak segera melahirkan padahal usia hamilnya sudah 15 bulan. Seorang wanita normalnya hamil selama 9 bulan saja.

Kemudian Dhritarashtra masuk ke kamar Gandari dan menyuruh semua pelayan keluar. Ia menanyakan ke Gandari kenapa anaknya belum lahir-lahir juga. Gandari pun menjawab ia juga tidak tahu padahal ia sudah menanyakan kepada Dewa Siwa, dewa yang memberkatinya 100 anak.

Karena tidak sabar Dhritarashtra pun mengancam Gandari, jika ia tidak bisa melahirkan anak maka ia akan mencari istri lain. Sengkuni menguping dan ketahuan Dhritarashtra. Dhritarashtra lalu pergi dan Sengkuni mulai berpikir.

Simak juga:  Pandu Siap Berperang

Sementara Pandu dan istrinya sudah mulai terbiasa hidup di hutan. Pada suatu hari Madri melihat burung merpati datang membawa pesan. Saat Pandu membaca pesan itu ia tampak khawatir. Kunti pun menanyakan ada apa suamiku? Pandu tidak menjawab.”

Sementara di sisi lain Gandari pun menyembah dewa Siwa dan menanyakan kepada Dewa mengapa putranya tidak lahir-lahir. Kemudian Gandari berkata ia akan di kuil Siwa sampai ia melahirkan. (Eno Suhardi/Bambang Udoyono)

Lihat Juga

Bhima Diracuni oleh Sengkuni

Setelah kehadiran Guru Drona kala para pangeran bermain bola tangan. Arjuna paling kagum terhadap Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *