Jumat , 19 Oktober 2018
Beranda » Peristiwa » Erwin Nizar: Kosgoro 1957 Tetap Gelorakan Semangat Kebangsaan
Erwin Nizar S.Psi, M.Si (Ft: Ist)

Erwin Nizar: Kosgoro 1957 Tetap Gelorakan Semangat Kebangsaan

KOSGORO 1957 sejak kelahirannya 10 November 1957 hingga hari ini tak pernah berhenti menggelorakan semangat kebangsaan, yakni semangat untuk membangun, mempertahankan serta menjaga persatuan dan kesatuan. Dengan kata lain, Kosgoro 1957 tidak akan pernah berhenti dalam menggelorakan semangat untuk tetap mempertahankan keutuhan NKRI, serta menjaga Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.

Pernyataan itu dikemukakan PLT (Pelaksana Tugas) Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Daerah Istimewa Yogyakarta, Erwin Nizar S.Psi, M.Si, di Yogyakarta, pekan lalu, ketika kepadanya ditanyakan tentang kesan sepinya gaung Kosgoro 1957 di tengah-tengah bangsa ini sedang berupaya keras menggelorakan semangat kebangsaan demi mempertahankan keutuhan NKRI.

“Sepi dalam publikasi ke publik mungkin ada benarnya. Tapi kalau sepi dalam aktivitas menjaga keutuhan bangsa, saya kira tidak. Kosgoro 1957 dengan segenap badan atau lembaga di dalamnya tak pernah surut dalam menggelorakan semangat kebangsaan. Bagi Kosgoro 1957, semangat kebangsaan itu harus terus digelorakan sampai kapan pun, agar segenap anak bangsa memiliki kecintaan dan rela berkorban untuk senantiasa menjaga keutuhan negara dan bangsa ini,” kata Erwin Nizar, yang mantan anggota DPRD DIY ini kepada Warta Kebangsaan.

 

Didirikan Para Pejuang

Menurut Erwin, Kosgoro 1957 atau lengkapnya Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong 1957 adalah organisasi kemasyarakatan yang didirikan oleh para pejuang kemerdekaan RI. Mas Isman sebagai mantan komandan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) Jawa Timur bersama sejumlah mantan anggota TRIP Jawa Timur sepakat mendirikan Kosgoro sebagai tanda bukti bahwa keikutsertaan mereka menjaga dan mempertahan kemerdekaan tak pernah berhenti.

Meski di awal kelahirannya nama Kosgoro singkatan dari Koperasi Simpan Pinjam Gotong Royong, tapi semangat kebangsaan sudah ditumbuhkan secara nyata. Pilihan awalnya menumbuhkan semangat kebangsaan di bidang ekonomi kerakyatan. Akan tetapi kemudian, perkembangan politik di tanah air telah menyebabkan Kosgoro tak hanya ingin berkiprah dalam menumbuhkan semangat kebangsaan di bidang ekonomi saja. Kosgoro ingin menumbuhkan semangat kebangsaan yang lebih luas lagi, terutama di semua sektor kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu nama Kosgoro disesuaikan dengan perkembangan perpolitikan di tanah air, sehingga kemudian berubah namanya menjadi Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong. Dan, kini disebut dengan Kosgoro 1957.

“Jadi jelas, sebagai organisasi kemasyarakatan yang didirikan oleh para pejuang kemerdekaan, maka Kosgoro 1957 tak pernah berhenti menggelorakan semangat kebangsaan itu,” jelas Erwin.

 

Laksanakan Musda

Untuk memantapkan langkah organisasi, menurut Erwin Nizar, Korgoro 1957 DIY segera akan melakukan sejumlah langkah konsolidasi organisasi. Langkah pertama yang dilakukan, penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) yang salah salah satu agendanya memilih ketua PDK Kosgoro 1957 DIY beserta jajaran pengurusnya yang baru. Musda direncanakan berlangsung Sabtu, 9 September 2017, di gedung DPD DIY. Rencananya Musda akan dibuka langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, Agung Laksono.

“Dalam Musda itu nanti akan disusun sejumlah program organsisasi yang kesemuanya tentu bermuara pada upaya untuk semakin menggelorakan semangat kebangsaan, terutama semangat untuk mempertahankan Pancasila dan keutuhan NKRI,” tambah Erwin Nizar. *** (Sutirman Eka Ardhana)

Lihat Juga

Diskusi Kebangsaan XVIII: Kemerdekaan, Demokrasi, dan Pancasila “Membudayakan Musyawarah Mufakat” Inspirasi Majapahit

Djoko Dwiyanto, Ketua Dewan Kebudayaan DIY Bentuk dan unsur-unsur negara kesatuan Republik Indonesia diyakini berurat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.