Beranda » Nasional » Duta Bahasa Yogyakarta Terpilih sebagai Duta Bahasa Nasional 2017

Duta Bahasa Yogyakarta Terpilih sebagai Duta Bahasa Nasional 2017

Duta Bahasa Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta terpilih sebagai Duta Bahasa Nasional Terbaik Tahun 2017 dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa 2017 oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Muzakir Haitami dan Atik Fauzia, sepasang Duta Bahasa dari Yogyakarta berhasil menjadi Duta Bahasa Terbaik dari total 62 finalis duta bahasa dari 31 provinsi. Mereka berhasil memperoleh nilai kumulatif tertinggi, yaitu 77,18.

“Kami juga akan terus menginspirasi para generasi muda untuk mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara sesuai dengan aturan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, terutama mengenai penggunaan dan pengutamaan bahasa Indonesia di ruang publik,” ujar Atik Fauzia. Para finalis duta bahasa tahun 2017 memiliki moto, yaitu “Bahasa negara kuat, generasi Pancasila hebat untuk bersaing secara global”.

Duta Bahasa Nasional terbaik peringkat dua berasal dari Provinsi Sumatra Barat, yaitu Puja Ajunda dan Khairunnisa Nabila, dengan nilai kumulatif 77,16. Kemudian Duta Bahasa Nasional terbaik peringkat tiga berasal dari Provinsi Bali, I Gede Darmadi dan Putu Gita Indraswari dengan nilai kumulatif 77,01. Selain itu ada juga kategori Kostum Terbaik yang berhasil diraih Duta Bahasa Sumatra Selatan, Anjasmara Yurlanda dan Nandya Sarah Utami. Para duta bahasa yang berhasil mewakili provinsinya di tingkat nasional ini merupakan generasi muda yang mampu menginspirasi provinsinya dan provinsi lainnya untuk mengutamakan bahasa Indonesia dan melestarikan bahasa daerah.

Acara Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2017 berlangsung di Jakarta, pada Jumat, (18/8/2017). Beberapa  aspek yang dinilai dari para finalis duta bahasa antara lain penyajian desain kegiatan kebahasaan dan kesastraan, pengetahuan kebahasaan serta keterampilan berbahasa daerah dan asing, dan kepribadian serta penampilan. Para finalis juga dites kemampuan berbahasa Indonesia melalui Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Selain itu, selama mereka berada dalam karantina juga dilakukan pengamatan harian yang mencakup kedisiplinan, kerja sama, kesantunan, keaktifan, dan kerapian.

Acara Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2017 berlangsung selama tiga hari, yakni tanggal 16 hingga 18 Agustus 2017. Ada tiga agenda utama yang wajib diikuti 62 orang peserta Duta Bahasa Nasional 2017, yaitu pemaparan krida kebahasaan dan kesastraan di wilayah masing-masing; pendalaman ideologi Pancasila oleh Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) dan audiensi pengembangan ideologi Pancasila di istana negara dengan Dewan Pertimbangan Presiden; dan keikutsertaan upacara HUT ke-72 Republik Indonesia di Kantor Kemendikbud.

Dalam pelaksanaan agenda itu pula, peserta Duta Bahasa 2017 diseleksi dan dinilai berdasarkan pencapaian nilai komponen UKBI sebanyak 5 persen, karakter dan kepribadian 10 persen, krida kebahasaan dan kesastraan sebanyak 35 persen, kemampuan berbahasa dan pengetahuan kebahasaan sebanyak 30 persen, minat dan bakat sebanyak 10 persen, dan aktivitas sehari-hari meliputi kepemimpinan, kedisiplinan, kesopanan, dan keaktifan sebanyak 10 persen.

Sekretaris Badan Bahasa, Ilza Mayuni mengatakan, para finalis Duta Bahasa 2017 sudah menjadi yang terbaik di provinsi asalnya, sehingga ketika mereka kembali ke daerah masing-masing, mereka akan tetap menyandang status duta bahasa. “Duta bahasa adalah orang-orang terbaik yang menjadi perpanjangan tangan Badan Bahasa untuk menyosialisasikan dan mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk mengutamakan bahasa Indonesia,” ujar Ilza.

Untuk itu, Duta Bahasa 2017 baik yang terpilih maupun yang belum terpilih sebagai Duta Bahasa Nasional terbaik tahun 2017 diimbau untuk menjadi duta-duta bahasa Indonesia dan bahasa daerah dengan cara terus menyuarakan bahwa negara dan bangsa Indonesia memiliki satu ikatan, yaitu  bahasa Indonesia. Selanjutnya, Duta Bahasa 2017 diimbau untuk tetap mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing untuk menghadapai era persaingan global. (Desliana Maulipaksi)

Sumber: badanbahasa.kemdikbud.go.id

Lihat Juga

Diskusi Kebangsaan XIV: Dunia Batin Perempuan

SELIRIA EPILOGUS INI sebuah catatan pilihan, catatan penghujung dari serangkaian perca-kapan di beranda pergaulan sosial. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *