Beranda » Seni & Budaya » Dewi Madrin

Dewi Madrin

Dari luar Kunti tampak tegar( namun setelah Pandu berangkat Kunti pun meneteskan air mata karena cemas. Selama beberapa hari ia menangis menunggu Pandu kembali. Dan untunglah kabar baik datang, seorang utusan kembali membawa kabar bahwa Pandu memenangkan perang.

Namun karena Pandu berhasil membantu Kerajaan Madra maka Raja Madra kemudian menikahkan Pandu dengan anaknya. Pandu sendiri tidak bisa menolak, maka kemudian Pandu kembali bersama istri keduanya, Putri Madrin. Meski sakit hati, Kunti tetap menerima Madrin.

Kemudian Pandu memberi hormat pada Dhritarashtra. Ia lalu mempersembahkan kemenangannya kepada Dhritarashtra karena ia belajar banyak dari Dhritarashtra soal peperangan. Dhritarashtra terharu kemudian memeluk Pandu.

Setelah kemenangan ini, Ibu Suri kemudian meminta Pandu untuk rehat dan melupakan perang. Ia meminta Pandu untuk lebih memperhatikan istri-istrinya, maka Ibu Suri meminta Pandu untuk ke hutan berburu bersama istri barunya (maksudnya liburan, berburu pada masa itu merupakan sebuah kesenangan untuk melepaskan rasa penat).

Kunti sangat sakit hati, ia masuk ke kamar. Madrin pun kemudian salah masuk kamar dan melihat Kunti menangis. Madrin ini ternyata juga Putri yang baik, ia langsung menyembah kaki Kunti. Madrin pun langsung meminta maaf pada Kunti. Kunti juga dengan tegar menerima maaf Madrin.

Kemudian Madrin dan Kunti saling berbicara mengenai persaingan memperebutkan hati Pandu. Ia pun kemudian pergi karena Pandu sudah menunggunya.

Besok Pandu dan kedua istrinya akan berlibur ke hutan menikmati bulan madunya.@ Nah kelak Madrin ini yang melahirkan Nakula dan Sadewa. Sedangkan Kunti melahirkan Yudistira, Bhima, dan Arjuna. (Eno Suhardi/Bambang Udoyono)

Lihat Juga

Di Bawah Bulan Purnama Mengenang Yang Tiada

Kita mengenal sejumlah sastrawan, yang tinggal di Yogya, atau berasal dari Yogyakarta, tetapi tinggal di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *