Jumat , 28 April 2017
Beranda » Sastra » Di Balik Lensa Kata Di Tembi

Di Balik Lensa Kata Di Tembi

Penyair Dr Novi Indrastuti, Mhum,  sehari-harinya sebagai pengajar di Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya UGM berkolaborasi dengan seorang fotografer, Prof. Dr. Harno Dwi Pranowo, yang sehari-harinya sebagai guru besar kimia di FMIPA UGM. Keduanya menerbitkan antologi puisi rupa, dalam bentuk puisi fotografi yang diberi judul ‘Di Balik Lensa Kata’

Antologi puisi tersebut akan diluncurkan, Jumat, 21 April 2017, pkl. 18.30 di Tembi Rumah Budaya, jl. Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Selain penyairnya Novi Indrastuti membacakan puisi karyanya,  Dwi Harno Pranowo menayangkan fotografi karyanya melalui layar digital.

Selain itu, akan tampil seorang guru besar sekaligus sastrawan dan juga dikenal sebagai kritikus sastra Prof.Dr. Rachmat Djoko Pradopo, seorang dokter gigi, yang mencintai puisi Halida Wibawanty, dan seorang dokter ahli sperma, yang juga mencintai puisi, Ita Fauzia Hanoum, akan tampil membacakan puisi karya Novi Indrastuti. Pembaca puisi yang lain, Supra Wimbarti, Ummu Fatimah Ria Lestari. Ramu Rima, seorang mahasiswa Sastra Indonesia FIB UGM akan tampil dengan musikalisasi puisi.

Harno Dwi Pranowo menjelaskan, bahwa upaya menggabungkan dua media kreatif, yakni fotografi dan puisi menjadi awal terciptanya antologi puisi fotografi ini. Keduanya saling memperkuat dalam balutan sinergi ini menjadikan karya fotografi memberikan sentuhan dan penguatan terhadap sebuah puisi.

“ Kehadiran puisi memberikan makna lebih kuat terhadap karya fotografi” ujar Harno Dwi Pranowo.

Sedang Novi Indrastuti menjelaskan, bahwa antologi puisi fotografi ini diciptakan atas dasar kesadaran akan tingginya kemanfaatan karya kreatif bagi kehidupan manusia.

“Saya ingin berpartisipasi aktif dan ikut andil dalam dunia sastra dengan cara mengembangkan salah satu genre puisi yang belum begitu marak di Indonesia, yakini puisi fotografi” ujar Novi Indrastuti.

Dalam memberi sambutan pada antologi puisi fotografi ini, Dr. Ing. Abdur Rohim Boy Berawi, Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Badan  Ekonomi  Kreatif (BEKraf) RI diantaranya menyampaikan, Kreativitas yang tercipta dari karya puisi fotografi ini merupakan sinergisme dua bidang seni menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan. Pembaca disuguhi sebuah karya fotografi yang merefleksikan salah satu dari sekian banyak makna dari sebuah puisi.

“Gabungan dua karya ini dapat dinikmati oleh penikmat karya kreatif atas dukungan lay-outer/penata letak yang berusaha memberikan sentuhan terhadap keselarasan langkah untuk memahami gabungan karya puisi dan fotografi. Akhirnya, dunia penerbitan memberikan langkah bagi diseminasi dan distribusi dari karya puisi fotografi ini” kata Abdur Rohim Boy Berawi.

Ons Untoro dari Tembi Rumah Budaya, yang menjadi fasilitator penyelenggaraan peluncurkan antologi puisi ini mengatakan, puisi dan fotografi dua jenis karya seni yang berbeda, tetapi keduanya bisa ditemukan dalam satu momentum dan masing-masing memiliki nuansa puitis yang berbeda.

“Fotografi bisa hadir secara puitis, bahkan bisa lebih puitis ketimbang sebuah puisi. Pada antologi puisi ini, keduanya meneguhkan nuansa puitis yang berbeda,” ujar Ons Untoro (Kang Tius)

Lihat Juga

Suwarna Pragolapati, Sang Motivator

SETIAP kali berbicara tentang Persada Studi Klub, terutama yang berkaitan dengan riwayatnya dulu, selain menyebut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *